Sabtu, 02 Februari 2013
Kamis, 31 Januari 2013
Rabu, 30 Januari 2013
Sejarah Lengkap EL Clasico dan Head To Head kedua tim
Ela Clasico dalam bahasa disebut Inggris The Classic dan dalam bahasa Indonesia berarti klasik adalah derby yang mempertemukan dua klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dan FC Barcelona menurut situs wikipedia El Clasico edisi pertama terjadi pada 17 Februari 1929 dimana tim tamu Real Madrid unggul tipis 1-2.
Namun pada beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa El Clasico pertama kali berlangsung pada sebuah turnamen mini yang diselenggarakan untuk memperingati penobatan Raja Alfonso XII pada tahun 1902. Dimana pada saat itu cerita - cerita politik yang berpengaruh sangat kuat
Cerita politik ini diteruskan oleh seorang Pemimpin Spanyol Francisco Franco pada tahun 1934. Franaco adalah diktator fasis yang merebut kekuasaan di Spanyol setelah kaum nasionalis dengan bantuan Fasis Italia mengalahkan kaum Republikan dengan bantuan komunis Uni Sovyet dalam sebuah perang saudara di Spanyol.Pada masa kepemimpinannya franco begitu menyiksa warga catalan karena warga catalan belum dengan tulus menjadi bagian dari Negara Spanyol. Barcelona yang notabenya ibukota provinsi Catalonia menjadi tempat berkumpul bagi orang - orang Catalan dimana pada saat itu Franco melarang penggunaan bahasa Catalan. Hal ini membuat Franco geram.Dilapangan sendiri terlihat jelas bahwa Franco lebih mendukung Madrid yang merupakan pusat peradaban dari Spanyol.
Jadi El Clasico sendiri bukan hanya duel antara Madrid dan Barca semata namun menjadi semacam perlawanan bangsa Catalan terhadap sang Jenderal.
Tak sampai disitu rivalitas mereka terjadi dalam bursa transfer, pada tahun 1950 kedua tim bertarung untuk memperebutkan satu pemain yaitu Di Stefano. Perebutan itu sendiri dimenangkan Madrid dengan bantuan Franco dan hal itu tentu membuat publik Catalan semakin meradang. Mulai sejak itu rivalitas barcelona dan real madrid terus terjadi, baik di dalam pertandingan, maupun bursa transfer pemain. Kedua klub ini saling merebut pemain. Bahakn penduduk spanyolpun terpecah dalam hal sebagai pendukung kedua klub ini.
Bicara rekor pertemuan antara Barca dan Real Madrid tentu punya catatan yang panjang. Meski demikian, secara total Madrid masih lebih unggul dari Barcelona. Dalam 159 laga yang telah dijalani kedua tim, Madrid berhasil menang 68 kali. Sementara El Barca hanya mengoleksi 60 kemenangan, sedangkan 31 laga sisanya berakhir dengan hasil imbang. Nama-nama bintang seperti Bernd Schuster, Michael Laudrup, Luis Figo, Luis Enrique hingga Ronaldo, semuanya pernah merasakan tinggal di dua klub tersebut. Mereka merasakan kerasnya bermain di El Clasico. Figo pernah dilempar kepala babi dalam sebuah pertandingan, oleh pendukung Barcelona yang marah dengan keputusan Figo menyebrang ke Madrid dari Barcelona.
Berikut ini rekor pertemuan EL Clasico :
LA LIGA :
Real Madrid wins = 68
FC Barcelona wins = 63
DRAW = 31
Real Madrid goals = 259
Barcelona goals = 253
Total matches = 162
SKOR TERBESAR
3 FEBRUARI 1942 Real Madrid FC VS Barcelona = 11 - 1
COPA DEL REY
Real Madrid wins = 10
Barcelona wins = 14
DRAW = 5
Real Madrid goals=56
Barcelona goals = 59
Total matches =29
SKOR TERBEAR
semifinal 1916
1st Real Madrid FC Vs Barcelona = 6–6
2nd Real Madrid FC Vs Barcelona = 4–2
agrerat (10-8) kemenangan Real Madrid
Spanish Super Cup
Real Madrid wins = 5
Barcelona wins = 3
Draw = 2
Real Madrid goals= 21
Barcelona goals = 13
Total matches = 10
Skor Terbesar
Tahun 1997-1998
FC Barcelona VsReal Madrid = 2–1
Real Madrid Vs FC Barcelona =4–1
Agrerat = 6-2 buat Real Madrid
Liga Champions
Real Madrid wins = 3
Barcelona wins = 2
Draw = 3
Real Madrid goals= 13
Barcelona goals = 10
Total matches = 8
Skor Terbesar
Semifinal 1959-1960
Real Madrid FC Vs Barcelona = 3–1
Barcelona Vs Real Madrid = 1–3
~AW6~

Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah
Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah: Prinsip bank syariah secara umum adalah melarang melakukan transaksi yang mengandung unsur-unsur riba, maisir, gharar, dan jual beli baran...
Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah 2
Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah 2: Prinsip bank syariah 2 ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya (silakan baca : Prinsip bank syariah ). Seperti yang kita tahu bahwa prin...
Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah 3
Bank Syariah: Prinsip Bank Syariah 3: Prinsip bank syariah 3 pada postingan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya (silakan baca : Prinsip bank syariah 2 ). Di antara beb...
Selasa, 29 Januari 2013
Persepsi
Setiap orang mempunyai pendapat atau pandangan yang berbeda dalam
melihat suatu hal (obyek) yang sama. Perbedaan pandangan ini akan dapat
ditindak lanjuti dengan perilaku atau tindakan yang berbeda pula. Pandangan itu
disebut sebagai persepsi. Persepsi seseorang akan menentukan bagaimana ia akan
memandang dunia.
Wagner dan Hollenbeck (1995:136) mengemukakan pendapatnya bahwa: “We
human beings have five senses through which we experience the world around us;
sight, hearing, touch, smell and taste. Perception is the process by which
individuals select, organize, store and interpret the information gathered from
these senses”. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa kita
manusia memiliki lima indera dimana lewat indera-indera tersebut kita
bisa mengalami dunia yang ada disekitar kita; yaitu lewat indera penglihatan,
pendengaran, perasa, penciuman dan pengecap. Persepsi merupakan proses
dimana seseorang memilih, mengelola, menyimpan dan menginterpretasikan
informasi yang dikumpulkan dari indera-indera tersebut.
Pendapat Wagner dan Hollenbeck tersebut mirip dengan Robbins
(2003:160) yang mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses yang ditempuh
individu-individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka
agar memberi makna kepada lingkungan mereka. Sejumlah faktor yang mempengaruhi
persepsi menurut Robbins adalah pelaku persepsi, obyek atau target yang
dipersepsikan dan situasi. Di antara karakteristik pribadi dari pelaku persepsi
yang lebih relevan mempengaruhi persepsi adalah sikap, motif, kepentingan atau
minat, pengalaman masa lalu dan pengharapan (ekspektasi). Obyek atau target
bisa berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat obyek atau target itu
biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya. Situasi adalah konteks
objek atau peristiwa, yang meliputi unsur-unsur lingkungan sekitar dan waktu.
Kita semua sadar akan lingkungan kita, namun tidak semuanya sama
pentingnya menurut persepsi kita. Kita menyimak beberapa data dan membuang yang
lainnya. Setiap orang menerima begitu banyak data-data sensoris sehingga tidak
mungkin untuk memprosesnya semua. Otak membawa data-data itu melewati suatu perceptual filter yang akan menahan beberapa bagian (selective
attention) dan membuang yang lainnya. Perceptual selectivity adalah proses dimana seseorang menyaring dan memilih berbagai
objek dan stimuli yang bersaing untuk memperoleh perhatian. Orang biasanya akan
fokus pada stimuli yang memenuhi kebutuhan mereka dan konsisten dengan sikap,
nilai dan personaliti mereka. Karakteristik dari stimuli itu sendiri juga akan
mempengaruhi proses perceptual selectivity. Orang cenderung akan memperhatikan stimuli
yang menonjol dari stimuli lainnya atau yang lebih kuat dari stimuli lainnya.
Orang juga cenderung akan lebih memperhatikan segala sesuatu yang familiar
dengan mereka (Daft, 2003).
Langganan:
Postingan (Atom)
