Powered By Blogger

Senin, 09 Juli 2018

Teori Ekonomi Makro

Dalam dunia perekonomian kita pasti tidak asing dengan istilah dua teori ekonomi yang berpengaruh dalam jalnnya perekonomian. Yaitu teori ekonomi mikro da terori ekonomi makro. Namun dalam pembahasan kali ini kita akan terfokus pada teori ekonomi makro.Pada dasarnya teori ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala peristiwa, fenomena atau masalh-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujuan ekonomi makro adalah untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antar variabel yang agregatif, adapun hubungan tersebut, antara lain :
  • Tingkat pendapatan nasional
  • Konsumsi yang dilakukan rumah tangga
  • Investasi nasional (pemerintah atau swasta)
  • Tingkat tabungan (institusi atau individu)
  • Belanja pemerintah (APBN atau APBD)
  • Tingkat harga (harga umum atau harga pasar)
  • Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
  • Tingkat bunga yang didapat
  • Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
  • Neraca pembayaran
  • Ekspor dan impor
Itulah beberapa hubungan-hubungan yang dibahas dlm ekonomi mkro. Diharapkan dengan adanya ekonomi makro bisa menemukan segala permasalahan atau mencari solusi atau sebuah terobosan baru. Selain itu kita juga harus tahu ruang lingkup yang dimiliki oleh ekonomi makro, meliputi :
  • Bagaimana peran permintaan dan penawaran yang menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
  • Masalah-masalah besar yang sering menimpa perekonomian, antara lain inflasi, pengangguran, korupsi dan lainnya.
  • Peranana dari kebijakan, peraturan yang merupakan usaha pemerintah dalam mengatasi sebuah permasalahan perekonomian. 
Selanjutnya kita akan membahs tentang kajian kajian yang dibahas dalam ekonomi makro, ada beberapa aspek yang dikaji di dalamnya, antara lain :
  1. Inflasi (kenaikan harga)
Inflasi merupakan suatu kejadian yang sering terjadi dalam dunia perekonomian. Pada dasarnya inflasi merupakan peristiwa dimana semua harga naik dan terjadi terus menerus dan bersifat umum. kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sumber daya alam yang semakin menipis, pajak yang diterapkan pemerintah tinggi, biaya produksi tinggi dan masih banyak lainnya. Namun tidak semua kenaikan harga bisa dikatakan inflasi, kenaikan harga baru bisa dikatakan inflasi jika terjadi secara keseluruhan atau umum dan dalam jangka watu yang terus menerus. Inflasi merupakan pokok permasalahan yang menjadi fokus utama analisis ekonomi makro karena gejala-gejala inflasi menunjukkan efisiensi perekonomian secara keseluruhan.
  1. Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang terjadi menunjukkan bahwa kondisi perekonomian tersebut baik. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan titik keseimbangan, dimana jumlah permintaan suatu produk baik barang atau jasa sama dengan penawaran pada suatu produk tersebut. Pertumbuhan ekonomi menjadi pembahasan ekonomi makro karena pertumbuhan ini akan menyebar ke seluruh aspek ekonomi suatu negara.
  1. Tingkat pengangguran
Pengangguran merupakan salah satu masalah besar yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian suatu negara. Pihak-pihak yang bisa disebut dengan pengangguran adalah seseorang yang belum mendapat pekerjaan ataupun yang sedang mencari sebuah pekerjaan. Pengangguran menjadi salah satu fokus kajian ekonomi makro karena jika tidak segera diselesaikan maka akan mempengaruhi kinerja perekonomian secara keseluruhan.
  1. Kerjasama antar negara di dunia
Kerjasama antar negara khsusunya dalam perekonomian dunia menjadi salah satu fokus kajian ekonomi makro, karena interaksi yang ada akan menghasilkan situasi dan kondisi yang baik dalam jalannya perekonomian suatu negara. Kerjasama ini contohnya ekspor dan impor. Interaksi antar negara dalam perekonomian dunia memiliki dampak baik ataupun buruk, hal ini bisa di analisis melalui neraca pembayaran ataupun tingkat nilai tukar uang. Untuk itu kerjasama antar negara di dunia perekonomian menjadi salah satu fokus kajian ekonomi makro karena akan mempengaruhi perekonomian secara menyeluruh.
  1. Perjalanan siklus ekonomi
Siklus ekonomi diartikan sebagai perjalanan ekonomi suatu negara, pastinya ada naik turunnya. Mengapa siklus ekonomi menjadi kajian dari ekonomi makro, karena dampak-dampak yang ditimbulkannya memberikan dampak yang cukup besar. Misalkan adanya resesi ekonomi yang berjalan terus menerus akan membuat perekonomian suatu negara sulit menjalankan fungsinya. Sebaliknya akspansi yang berkepanjangan akan memancing terjadinya inflasi. Untuk itulah siklus ekonomi ini tidak bisa diremehkan.
Itulah beberapa masalah yang menjadi fokus kajian ekonomi makro, hal-hal tersebut menjadi kajian karena memberikan dampak pada perekonomian secara menyeluruh. Pada dasarnya ekonomi makro memiliki beberapa kebijakan sebagai landasan untuk mengatasi dan menganalisis permasalahan-permasalahan ekonomi yang memiliki ruang lingkup besar. Adapun kebijakannya antara lain :
  1. Kebijakan fiskal
Kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan yang bertugas untuk mengatur tentang pendapatan dan pengeluaran dari pemerintahan. Dalam hal pendapatan pemerintah sumbernya adalah dari pajak, bukan pajak serta bantuan atau pinjaman dari negara lain. Sedangkan pengeluaran dari pemerintah dibagi menjadi 2 sesuai dengan jangka waktu penggunaannya, yaitu pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.pengeluaran rutin seperti kegiatan impor, belanja dan lainnya. Sedangkan pengeluaran pembangunan berupa pembangunan infrastuktur, pembangunan di bidang pendidika, ekonomi dan lainnya. Selain itu kebijakan fiskal juga bisa diartikan sebagai kebijakan yang memiliki hubungan dengan pengelolaan uang negara yang bersumber dari pendapatan dan pengeluaran yang diatur dalam APBN. Kebijakan fiskal memliki dua instrumen, yaitu
  • Automatic instrument
Instrumen ini merupakan salah satu instrumen yang dilakukan oleh pemerintah suatu negara dengan menaikkan presentase atau nilai pajak dengan tujuan untuk memunculkan kenaikan harga suatu barang secara umum dan lebih jauh nanti tingkat inflasi akan naik.selain itu kebijakan ini memiliki tujuan lain yaitu untuk mengurangi atau meminimalisasi defisit anggaran pemerintah. Hal tersebut tentunya akan memberatkan masyarakat dengan kenaikan pajak ini, namun dibalik semua itu kebijkan ini akan menghasilkan dampak baik, perubahan menuju ke arah kebaikan untuk mendorong investasi yang produktif
  • Instrumen dekreasi
Instrumen ini merupakan langkah-langkah pemerintah dalam mengubah pengeluarannya dengan tujuan untuk meminimalisasi naik turunnya kegiatan perekonomian agar tetap berjalan dengan lancar dan stabil. Hal ini dilakukan dengan tujuan memang semata untuk menghadapi inflasi yang terjadi. Contohnya adalah ketika pemerintah menaikkan pajak agar jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat berkurang.
Pada dasarnya kebijakan fiskal dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Untuk jangka pendek
Untuk jangka pendek kebijakan fiskal ini memiliki beberapa tugas yang harus yang diselesaikan, antara lain :
  • Membuat perubahan yang berkaitan dengan pembelanjaan atau pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah, hal ini dilakukan dengan tujuan pemerintah mampu menghemat pengeluarannya agar tidk sampai terlibat dalam hutang dengan pihak lain.
  • Membuat perubahan yang berkaitan dengan perubahan nilai pajak atau jumlah pajak yang diterapkan oleh pemerintah. Hala ini dilakukan menyesuaikan dengan situasi yang ada. Kenaikan atau penurunan pajak akan memberikan dampak positif dan negatif, salah satu contohnya ketika pajak naik maka devisa negara akan meningkat, namun di sisi lain para perusahaan atau produsen akan pusing karena harga bahan baku akan meningkat dan minat dari konsumen juga tidak menentu.
  1. Untuk jangka panjang
Sedangkan untuk jangka panjang kebijakan fiskal yang dilakukan oleh ekonomi makro, antara lain :
  • Kebijakan penstabilan otomatis, hal ini diartikan sebagai langkah untuk menjalankan sistem pajak yang telah ada sebelumnya, misalkan pemerintah menerapkan sistem pajak progresif dan proporsional.
  • Kebijakan fiskal diskresioner, istilah ini memiliki arti merubah sesuatu yang ada, hal ini berbeda dengan kebijakan otomatis yang menggunakan sesuatu yang ada, kebijakan diskresioner ini lebih condong pada perubahan pada sistem yang dianggap kurang efektif. Misalkan, pemerintah membuat undang-undang, pemerintah mengamandemen undang-undang, dan lain sebagainya.
  1. Kebijakan moneter
Kebijakan moneter salah satu kebijakan yang dimiliki oleh ekonomi makro. Kebijakan moneter merupakan langkah-langkah yang dilaksanakan oleh bank bank baik itu bank sentral atau yang sering disebut dengan Bank Indonesia dengan tujuan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat mampu mempengaruhi kondisi perekonomian di masyarakat. Semakin tinggi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat maka harga produk, namun jika uang yang beredar dalam masyarakat berkurang maka harga suatu produk pun akan naik. Selain itu kebijakan moneter juga bisa disebut dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan tujuan untuk menciptakan sebuah stabilitas ekonomi. Pada dasarnya kebijakan ini memiliki prinsip untuk mengelola uang yang beredar pada masyarakat tetap pada posisi normal yang tentunya bisa menciptakan sebuah kemakmuran dalam masyarakat. Kebijakan moneter memiliki beberapa instrumen baik yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, antara lain :
  • Discount policy
Discount policy adalah salah satu instrumen yang digunakan oleh bank sentral dengan cara mempengaruhi banyak tidaknya suku bunga bank tersebut. Untuk masalah pengambilan keputusan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi, misalkan jika terjadi inflasi maka secara otomatis bank sentral akan mengurangi peredaran uang yang ada di masyarakat. Begitu juga sebaliknya untuk mengatasi permasalahan deflasi maka bank sentral akan menurunkan suku bunga agar uang yang beredar dalam masyarakat banyak.
  • Open market policy
Open  market disini dimaksudkan untuk umum, tidak hanaya pejabat beasar atau seorang yang memiliki kekuasaan, namun semua lapisan masyarakat boleh ikut. Open market merupakan kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk menghadapi suatu permasalahan berupa inflasi maupun deflasi, dengn cara jual beli obligasi atau surat-surat berharga yang dimilikinya. Ketika terjadi inflasi bank sentral menjual obligasi atau surat berharganya kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Sedangkan jika terjadi deflasi maka bank sentral akan membeli obligasi atau surat-surat berharga yang sebelumnya dijual ke masyarakat.
  • Cash ratio reserve requirement policy
Kebijakan ini diberlkukan oleh bank sentral dalam upaya mennetukan rasio uang kas dan uang cadangan yang akan digunakan oleh bank umum sebagai dana pinjaman. Dalam suatu keadaan presentase dari cash ratio ini akan dinaikkan dengan tujuan untuk meminimalisasi penyaluran dana pinjaman yang bertujuan untuk mengurangi atau menambahkan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
  • Pengaturan sistem pembelian angsuran
Kebijakan ini memiliki tujuan untuk mengurangi terjadinya inflasi, dengan cara mengatur sistem pembayaran secara angsuran. Selain itu kebijakan ini juga dilaksanakan dengan mengawasi aliran pinjaman terhadap pembelian suatu produk baik barang maupun jasa oleh perusahaan kepada konsumen yang disini adalah masyarakat.
  • Selective credit control
Hampir sama dengan kebijakan pembelian angusran, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi inflasi terhadap kredit untuk membiayai proyek proyek yang dilakukan oleh kalangan masyarakat. Selain itu kebijakan merupakan salah satu upaya atau usaha untuk mencegah aktivitas yang merupakan spekulasi dari para pedagang dengan tujuan memperoleh keuntungan yang besar.
  • Moral suasion
Kebijakan ini dilakukan oleh Bank Indonesia baik secara tulisan ataupun ajakan untuk tidak melakukan suatu tindakan tertentu. Kebijakan ini dilakukan ketika ada hal-hal yang dianggap negatif atau tidak memberi perubahan baik pada perekonomian. Contohnya Bank Indonesia memberikan perintah pada bank bank umum untuk menurunkan tingkat bunga.
  1. Kebijakan segi penawaran
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan perusahaan dengan tujuan mampu menawarkan produk-produk berkualitas dengan harga yang relatif rendah. Salah satu contoh kebijakan dari segi penawaran adalah kebijakan pendapatan, yaitu langkah-langakh yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mengendalikan tuntunan atas kenaikan pendapatan kerja. Untuk melaksanakan kebijakan ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain mengembangkan dan melengkapi infrastuktur yang ada dan meningkatkan pelayanan pemerintah dalam mengembangkan kegiatan usaha sektor swasta. Berbeda dengan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih condong ke segi permintaan.
Itulah beberapa kebijakan yang ada dalam ekonomi makro, kebijakan ini dibuat bukan tanpa tujuan, tapi kebijakan ekonomi makro memiliki beberepa tujuan yakni :
  1. Menciptakan kestabilan harga
Kestabilan harga bukan berarti harga suatu produk tetap atau konstan, namun yang dimaksud harga yang stabil adalah harga yang fleksibel, dimana suatu harga mengikuti situasi kondisi yang ada. Ketika terjadi kenaikan harga produksi, atau pajak yang tinggi maka tidak bisa dipungkiri bahwa harga harus mengikuti kondisi yang ada. Bisa dikatakan bahwa harga yang stabil adalah harga yang fluktuatif. Salah satu contohnya adalah ketika ingin membangun sebuah bangunan tentunya kita membutuhkan bahan baku dan tenaga kerja. Pasti harga dari bahan baku dan gaji dari tenaga kerjanyapun mengikuti perekembangan yang ada. Tidak akan mungkin harga suatu produk atau gaji pekerja akan sama. Contoh lainnya bisa kita lihat pada produk handphone, dimana harga tidak akan tetap kadang harga turun jika ada produk-produk baru yang masuk ke dalam pasaran, bisa juga harga tersebut naik karena barang langka atau memang pada kondisi tertentu.
  1. Memaksimalkan tenaga kerja (SDM) dan output
Tenaga kerja atau SDM merupakan salah satu aspek penting yang harus ada dalam perekonomian, karena tanpa adanya tenaga kerja maka kegiatan produksi tidak akan berlangsung. Namun tidak semua negara yang bisa memaksimalkan tenaga kerja yang ada, masih banyak pengangguran, masih banyak yang tidak bisa bekerja. Padahal penggunaan tenaga kerja secara penuh atau full employment merupakan cita-cita setiap negara. Karena dengan adanya kontribusi dari tenaga kerja secara penuh maka perekonomian suatu negara akan berkembang dengan baik. 
  1. Menciptakan pertumbuhan ekonomi
Pertumbahan ekonomi adalah suatu hal yang didambakan oleh semua negara di dunia ini. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi ini maka dalam negara itu akan tercipta sebuah kema\kmuran dan kesejahteraan bagi warga negaranya. Ciri-ciri dari pertumbuhan ekonomi antara lain adalah terciptanya kestabilan ekonomi, pendapatan masyarakat merata, terjadi keseimbangan anatara permintaan dan penawaran, dan lain sebagainya. Jika terjadi pertumbuhan ekonomi di suatu negara maka negara tersebut akan maju dan berkembang. 
  1. Menguatkan neraca pembayaran
Neraca pembayaran merupakan salah satu pondasi kekuatan perekonmomian suatu negara. Neraca pembayaran yang rapuh akan mengakibatkan kurangnya kemampuan suatu negara dalam menghadipi permasalahan pengaliran dana ke luar atau ke dalam negeri. Hal ini akan memiliki imbas pada uang asing merosot dan kurs mata uang asing akan meningkat. Dengan begitu maka perekonomian suatu negara akan mendapatkan dampak negatif seperti inflasi, pajak meningkat, biaya produksi meningkat, daya beli masyarakat menurun. Hal inilah yang mengharuskan ekonomi makro untuk memperhatikan kedudukan naraca pembayaran harus selalu teguh dan kuat posisi dan keadaannya.
  1. Meningkatkan kapasitas produksi nasional
Produksi nasional sangat diperlukan oleh perekonomian suatu negara. Berekembang atau tidaknya perekonomian negara ditentukan oleh seberapa besar negara tersebut bisa memproduksi suatu produk. Dengan banyaknya produksi maka otomatis pendapatan negara akan meningkat. Selain itu dengan tingginya tingkat produksi maka kemakmuran dan kesejahteraan akan didapatkan oleh para warga sebagai konsumen. Dan tujuan utama dengan peningkatan produksi nasional maka akan tercipta sebuah kestabilan ekonomi.
  1. Mendistribusi pendapatan
Pemerataan pendapatan adalah hal yang diinginkan oleh semua masyarakat. Pendapatan yang merata menunjukkan bahwa telah terjadi keadilan dan sebuah kebenaran dalam jalannya pemerintahan suatu negara. Pemerataan pendapatan juga merupakan aspek yang harus ada dalam jalnnya perekonomian suatu negara. Karena dengan pendapatan yang memuaskan akan memberikan dampak baik, seperti akan memberikan motivasi lebih bagi para tenaga kerja, sehingga tingkat produksi akan meningkat.
Beberapa tujuan dari kebijakan yang diterapkan oleh ekonomi makro sudah kita bahas, selanjutnya kita akan membahas tentang model ekonomi makro. Sebelum memebahas tentang model ekonomi makro, alangkah baiknya kita mengethaui tentang pengertian dari model ekonomi. Model ekonomi adalah suatu bentuk penyederhanaan dari kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam jalannya perekonomian. Penyederhanaan ini menunjukkan hubungan antara beberapa variabel yang saling berkaitan yang bisa digunakan secara verbal, grafis maupun diagram dan matamatis. Setelah mengetahui arti dari model ekonomi, maka kita akan  membahas tentang dua model yang dimiliki olehg ekonomi makro yaitu :
  1. Peluang teknologi
Teknologi merupakan suatu produk yang akan selalu berkembang mengikuti kemajuan zaman, maka banyak peluang yang bisa kita ciptakan dengan melihat kemajuan teknologi yang ada. Inilah yang dimanfaatkan dan dilihat oleh ekonomi makro sebagai salah satu kunci sukses.
  1. Siklus arus kegiatan ekonomi
Siklus arus perekonomian merupakan sebuah laporan yang harus diketahui,m karena dengan adanya siklus ini kita bisa mengetahui strategi apa yang cocok untuk menghadapi permasalahan yang ada di hari esok.
Itulah beberapa informasi tentang ekonomi makro. Pada dasarnya ekonomi makro adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang khusus membahas tentang peristiwa atau fenomena ekonomi yang memiliki cakupan  besar dan menyeluruh tentunya. Untuk lebih mudah mengerti tentang ekonomi makro, kita fokuskan pada satu kata di dalamnya yaitu makro, makro berarti besar, amka pembahasan yang ada dalam ekonomi makro adalah hal-hal yang memiliki cakupan besar atau bisa memberikan dampak besar bagi suatu perekonomian negara.

SUMBER
https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/teori-ekonomi-makro

Jumat, 06 Juli 2018

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi & Metodologi

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred MarshallJ.M. KeynesKarl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classicalneo klasiknew keynesianmonetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Metodologi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematikastatistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikankeluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebasteori lingkaran ekonomiinvisble handinformatic economydaya tahan ekonomimerkantilismeBretton Woods, dan sebagainya.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang di mana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikanpernikahankesehatanhukumkriminalperang, dan agamaGary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.


SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi

Jumat, 24 November 2017

Variabel X dan Y dalam metodologi penelitian


-          Tentukan variabel y (variabel tergantung/variabel yang mengikat) nya, usahakan pilih variabel yang menarik, paling penting dan yang akan menjadi sorotan
-          Identifikasi, yaitu variabel tegantung itu dipillih dari faktor apa saja.
Misal ada 3 variabel x (pembatasan masalah, variabel bebas)  dan 1 variabel y. Sumber masalah disesuaikan dengan pembatasan masalah. Misal, berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat ditentukan sebagai bla bla bla
-          Judul dan
-          Latar belakang menguraikan isi dari penelitian, karena itu meskipun latar belakang berada di halaman awal, penyelesaian sub bab ini selalu disempurnakan paling akhir.
-          Informasi yang dipadukan dengan standar
-          Teori:
Misal, penelitian dengan 3 variabel  dan satu variabel y, maka dari judul tersebut akan terdapat lebih dari 3 permasalahan, yaitu:
a.       Hubungan antara variabel x1 dan y
b.      Hubungan antara variabel x2 dan y
c.       Hubungan antara variabel x3 dan y
d.      Hubungan x1 dan x2
e.      Dst.
-          Anjuran: gunakan jurnal,jangan skripsi, disertasi atau tesis
-          Hasil penelitian harus dipetakan (dengan data)
-          Manajemen lebih sering penelitiannya menggunakan variabel laten

Cerdas dalam menentukan Variabel Penelitian!

Penelitian sering dilakukan oleh kita terutama guru. Termasuk saya atau teman-teman yang lain terkadang sulit untuk menentukan judul penelitiannya. Ini ada beberapa tips yang unutk menentukan variable dalam penelitian :
1. Tentukan pemasalah utamanya apa? Permasalahan utama ini kita sebut Y. Y merupakan variable terikat yang dijadikan inti penelitian kita. Contoh : Hasil Belajar
2. Faktor permasalah, kita sebut X, X ini adalah variabel bebas. Biasanya dalam penelitian tesis variabelnya minimal 2 variabel. Misalnya : Hubungan Metode Ceramah dan Metode Kelompok dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP ‘X”. ATAU Pengaruh Metode Ceramah dan Metode Kelompok Terhadap hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP “X”.
Dari contoh yang saya buat : Variabel bebas (X1 = Pengaruh metode ceramah , X2 = Pengaruh metode kelompok, dan variable terikat adalah Y = Hasil belajar Matematika).
Kita garis bawahi untuk Pengaruh menggunakan penghubung dengan variable terikat yaitu : ‘terhadap’ sedang untuk Hubungan gunakan kata penghubung varibel terikatnya “dengan”.
3. Variabel yang kita tentukan, kita siapkan dulu apakah banyak teori-teorinya atau tidak, juga pandapat para ahli apakah banyak atau tidak. Satu variable minimal 10 teori untuk penelitian tesis misalnya.
4. Lalu yang terakhir tentukan apakah penelitian yang kita memungkinkan untuk kita lakukan atau tidak. Lihat dari lokasi/tempat, biaya, dsb……
Demikian dari saya…mudah-mudahan bisa membantu saya dan teman-teman dalam melakukan penelitiannya.
Untuk Guru biasanya melakukan PTK, tentukan saja variabel yang sederhana dan cukup satu variabel bebas…..Kalau saya salah menjelaskan mohon dikoreksi, karena saya juga masih belajar….terimakasih
Penulis : Pascasarjana penelitian dan evaluasi pendidikan, Thank’s Prof.Dr.Sofyan untuk ilmu metodologi peneliannya…!!

Bagaimanakah Menentukan Judul Penelitian ?

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyusun tugas akhir (skripsi, tesis atau disertasi) adalah menentukan judul penelitian. Kesulitan untuk menentukan judul penelitian ini sangat terasa, khususnya bagi para peneliti muda yang akan memulai menekuni bidang penelitian atau para mahasiswa yang akan menyelesaikan masa studinya melalui kegiatan penelitian.
Kesulitan-kesulitan yang dialami untuk menentukan judul penelitian diantaranya tampak dari beberapa fenomena sebagai berikut:
  1. Judul usulan penelitian yang diajukan ditolak. Alasan penolakan judul usulan penelitian yang diajukan antara lain disebabkan oleh: (a) Judul yang diajukan tidak atau kurang jelas, baik menyangkut variabel maupun objeknya. Judul yang baik, harus jelas variabelnya, apakah penelitian itu melibatkan satu variabel, dua variabel atau lebih, serta mana variabel yang menjadi variabel bebas dan variabel terikatnya. Selain itu agar judul yang diusulkan jelas, perlu memperhatikan atau disertakan objek penelitian pada variabel yang dikaji. Misalnya, seseorang ingin meneliti tentang masalah pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai pada suatu perusahaan. Maka judul yang dapat ditulis adalah: “Pengaruh Pengawasan Kepala Bagian Distribusi terhadap Kinerja Pegawai Bidang Pelayanan Air Bersih pada PT X”. Berdasarkan contoh tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut. Variabel yang dikaji adalah variabel pengawasan sebagai variabel bebas (X) dan variabel kinerja sebagai variabel terikat (Y). Pada variabel pengawasan perlu diikuti dengan objeknya, pengawasan siapa, misalnya tadi pengawasan kepala bagian distribusi. Begitupun pada variabel terikatnya, dalam contoh ini kinerja, perlu diikuti oleh objeknya, kinerja siapa, misalnya kinerja pegawai bidang pelayanan air bersih.
  2. Judul yang diajukan tidak atau kurang relevan dengan bidang ilmu (core competence) yang ditekuni oleh seseorang. Contoh, seorang mahasiswa pada jurusan manajemen perkantoran, membuat judul usulan penelitian dengan topik kajian tentang pemasaran. Tentu saja ini tidak relevan untuk dikaji karena topik kajian tentang pemasaran relevan untuk dikaji oleh mahasiswa pada jurusan manajemen pemasaran. Meskipun misalnya pada jurusan manajemen perkantoran ini ada mata kuliah pemasaran yang dipelajari oleh mahasiswa tersebut.  Kenapa harus ada relevasi bidang ilmu yang ditekuni seseorang dengan tema yang akan diteliti, ini berkaitan, khususnya, dengan kedalaman kajian atau pembahasan hasil penelitian nantinya. Oleh karena itu harus ada relevansi antara Judul yang diajukan dengan bidang ilmu yang ditekuni oleh seseorang.
  3. Ketidaksesuaian antara judul penelitian dengan masalah yang dikaji.
  4. Judul penelitian yang diusulkan sebagai topik kajian tidak didukung oleh bukti-bukti atau data empirik yang dapat menunjukan bahwa topik tersebut layak untuk diteliti.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimanakah caranya menentukan judul penelitian? Salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan judul penelitian adalah melakukan studi pendahuluan. Studi pendahuluan merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan persiapan yang dilakukan oleh seorang peneliti, dengan tujuan untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang tepat, dan sesuai dengan tema penelitian yang menjadi fokus kajian peneliti.
Objek penelitian, berkaitan dengan variabel-variabel yang dipilih oleh peneliti, baik variabel masalah maupun variabel-variabel yang diduga merupakan variabel yang mempengaruhi variabel masalah. Dengan demikian, penentuan variabel-variabel penelitian melalui studi pendahuluan  merupakan salah satu upaya dari peneliti untuk memilih variabel-variabel yang tepat, dan secara empirik merupakan variabel masalah dan juga variabel penyebab yang determinan, sebagai mempengaruhi variabel masalah.
Hal ini berarti bahwa untuk melakukan penelitian atau memperoleh hasil penelitian yang berkualitas, bermanfaat dan bermakna, maka seorang peneliti tidak cukup hanya berdasarkan pada teori-teori saja dalam menentukan variabel-variabel penelitiannya, karena belum tentu variabel-variabel yang dipilih berdasarkan teori-terori tadi, merupakan variabel yang sesuai secara empirik perlu untuk diteliti. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan apabila seorang peneliti dalam menentukan judul penelitiannya, melakukan studi pendahuluan  di samping melakukan kajian teori.
Sementara subjek penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat merupakan satu keharusan untuk memperoleh data atau informasi yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Oleh karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel (terpercaya) dalam memberikan data atau informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan permasalahan yang diteliti.
Memilih responden yang terpercaya antara lain dilakukan dengan mengkaji karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut, misalnya tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis keahlian yang dimiliki, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan akan data atau informasi  yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah atau variabel yang dikaji.
Disinilah pentingnya melakukan studi pendahuluan, karena akan diperoleh masalah dan judul penelitian yang sesuai dengan kondisi empirik, sehingga pada akhirnya hasil penelitian akan lebih bermakna dan berkualitas, serta bermanfaat baik secara ilmiah maupun praktis. Oleh karena itu bagi peneliti sangat dianjurkan melakukan studi pendahuluan dalam kegiatan penelitiannya.
ips menentukan judul penelitian / skripsi versi saya adalah sebagai berikut:
1. Tentukan permasalahan utama
Ini adalah langkah awal dan yang paling mudah. Terlebih jika penelitian terdiri atas 2 atau lebih variabel, tentukan dahulu permasalahan utama atau yang biasa disebut dengan variabel Y. Variabel Y adalah variabel terikat yang menjadi inti permasalahan dalam penelitian. Contoh: hasil belajar rendah, hasil kerja buruk, kinerja rendah dan sebagainya. Yang penting hal tersebut memang ada alias tidak dibuat-buat. Oleh karenanya, lakukan "penelitian awal" untuk memperoleh bukti atas adanya masalah. Bisa didapatkan lewat pengamatan, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dll. Hasilnya kemudian dilampirkan pada proposal penelitian.
2. Tentukan faktor permasalahan dan buat sesempit mungkin
Faktor permasalahan biasa disebut Variabel X. Kita sudah punya variabel Y, contoh: hasil belajar rendah. Kemudian cari teori ahli tentang hal-hal yang menentukan hasil belajar. Dari buku Slameto diperolehhasil belajar dipengaruhi 2 faktor: internal daneksternal. Tapi ini belum selesai.

Kenapa? Karena faktor internal dan eksternal juga memiliki sub faktor. Internal: psikis dan psikologis, sementara eksternal: lingkungan sosial dan non sosial. Ini pun masih belum selesai! Karena masih bisa dipersempit.

Faktor internal, sub faktor: psikologis = minat, sikap, motivasi, persepsi, dsb. Faktor eksternal, sub faktor:lingkungan sosial = ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pergaulan, dsb.

Kesimpulannya, usahakan untukmempersempit cakupan (fokus) penelitian agar penelitian tidak bias, mengambang dan menimbulkan banyak celah (bahaya kalo sidang). Sehingga akhirnya, judul penelitiannya bisa dicontohkan sebagai berikut:
  • Hubungan Minat Berwirausaha denganHasil Belajar Kewirausahaan 
  • Hubungan Motivasi Berprestasi denganPrestasi Belajar
  • Kontribusi Kelengkapan Fasilitas terhadapHasil Belajar Praktek
  • Hubungan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Hasil Belajar
  • Pengaruh Pergaulan Luar Sekolahterhadap Hasil Belajar
  • Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Keluargaterhadap Hasil Belajar

3. Ada teori ahli pendukung
Tips selanjutnya adalah keberadaan teori pendukung. Banyak mahasiswa mencari judul penelitian tanpa mempertimbangan keberadaan teori pendukung hingga akhirnya susah-susah bertualang ke berbagai perpustakaan atau searching di internet. Dalam penelitian, teori atau pendapat para ahli amatlah penting. Sebaiknya sebelum judul diajukan, cari terlebih dahulu buku-buku atau referensi untuk penelitian agar tidak menghambat proses penyusunan skripsi / proposal nantinya.
4. Mungkin untuk dilakukan
Apakah peneliti memiliki relasi, waktu, tenaga atau biaya yang tersedia untuk melakukan penelitian? Katakanlah peneliti ingin wisuda pada semester ini namun penelitian pada schedule baru akan selesai pada semester depan, tentu hal ini akan merugikan atau peneliti ingin meneliti dengan suatu alat, namun alat tersebut mahal harganya atau hanya ada di negara lain! Hal-hal tersebut harus dipertimbangkan dan diperhitungkan sebelumnya, jangan sampai nanti mentok di proposal. Selesai seminar malah bingung.

Tambahan:
Hal lain yang perlu ditambahkan adalah proses bimbingan, jangan hanya mengharapkan bimbingan dari kedua pembimbing. Carilah "pembimbing ketiga", keempat dan seterusnya. Mereka bisa berasal dari dosen lain, teman-teman, senior bahkan jika perlu ahlinya. Dari mereka kita bisa mendapatkan informasi dan masukan yang bermanfaat bagi penyusunan skripsi / penelitian.

Cara Menentukan Variabel Penelitian

Menurut catatan Desi Wulandari dalam http://destiwd.blogspot.com/2011/10/penentuan-variabel-penelitian-dan.html.,ia menjelaskan bahwa variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai. Setelah mengemukakan beberapa proposisi berdasarkan konsep dan teori tertentu, peneliti perlu menemukan variabel penelitian dan selanjutnya merumuskan hipotesa berdasarkan hubungan antar variabel. Di samping berfungsi sebagai pembeda, variabel juga berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Bentuk variabel :
§     Variabel diskrit : dinyatakan dengan angka utuh (hasil perhitungan)
§     Variabel bersambungan : dapat dinyatakan dalam angka pecahan (hasil pengukuran)
Agar dapat dikelompokkan menjadi satu variabel, dua / lebih atribut tidak boleh ‘tumpang tindih’ (mutually exclusive). Atribut dalam suatu variabel harus mencakup semua kemungkinan yang ada dalam suatu variabel (exhaustive). Dalam penyusunan kuesioner, atribut suatu variabel perlu diketahui secara lengkap. Contoh, merah dan putih adalah dua dari sejumlah atribut dalam variabel warna.
Jenis Hubungan Antar Variabel
A.                Hubungan Simetris
Variabel yang satu tidak disebabkan / dipengaruhi oleh yang lainnya. Empat kelompok hubungan simetris :
1.      Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.
2.      Kedua variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.
3.      Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana satu berada yang lainnya pun pasti disana.
4.      Hubungan yang kebetulan semata-mata.
B.                 Hubungan Timbal Balik
Hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Variabel terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh pada waktu lain. Contoh, variabel X mempengaruhi variabel Y, pada waktu lainnya varaibel Y mempengaruh variabel X.
C.                Hubungan Asimetris
Satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya. Enam tipe hubungan asimetri :
1.      Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan kausal yang umumnya dileliti dalam ilmu eksakta, psikologi dan pendidikan. Prinsip selektivitas adalah data dasar yang memperhatikan bahwa kedua kelompok sesungguhnya sama dalam keterbukaan terhadap pengaruh luar sebelum mendapat stimulus.
2.      Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecendrungan untuk menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu yang berada dalam diri. Misal, hubungan kepercayaan dengan kecendrungan makan obat tradisional.
3.      Hubungan antara ciri individu dan disposisi / tingkah laku. Ciri yaitu sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan.
4.      Hubungan antara prakondisi yang perlu dengan akibat tertentu. Misal, agar pedagang kecil dapat memperluas uasaha perlu persyaratan pinjaman bank yang lunak.
5.      Hubungan yang imanen antara dua variabel. Bila variabel satu berubah maka variabel yang lainnya akan berubah.
6.      Hubungan antara tujuan dan cara. Misal, kerja keras dan keberhasilan.
Berbagai Hubungan Asimetris
A.                Hubungan Asimetris Dua Variabel
Hubungan antara “variabel pengaruh” dan “varaibel terpengaruh” akan disebut variabel pokok. Hubungan keduanya merupakan titik pangkal analisa dalam ilmu sosial. Dalam ilmu sosial hubungan tunggal antar satu variabel dengan variabel lainnya tidak pernah ada dalam realita.
B.                 Hubungan Asimetris Tiga Variabel
Pengaruh variabel ketiga / keempat dapat “dikontrol” melalui sistem analisa maupun cara penentuan sampel. Menetralisasi pengaruh variabel luar dengan memasukkannya sebagai variabel kontrol / variabel penguji dalam analisa. Akal sehat, teori dan hasil empiris dari penelitian lain merupakan pedoman untuk menentukan variabel kontrol dalam penelitian. Selain dengan memasukkan variabel ketiga kedalam analisa, dapat juga mengontrol pengaruh variabel luar melalui penentuan sampel.
1.      Variabel penekanan dan variabel pengganggu
Dari hasil analisa awal disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antar dua variabel tetapi ketika variabel kontrol dimasukkan, hubungan menjadi nampak. Variabel kontrol dalam kasus ini disebut variabel penekan (suppressor variable).
Masuknya variabel ketiga dalam analisa dua variabel dapat memberikan hasil yang berlawanan dengan hasil analisa dua variabel saja. Variabel ketiga dalam kasus ini disebut variabel pengganggu (distorter variable).
2.      Variabel-antara
Segala sesuatu ada penyebabnya, dan tidak begitu saja terjadi. Variabel antara jika masuknya variabel ini hubungan statistik yang semula nampak antara dua variabel menjadi lemah / lenyap. Karena hubungan yang semula nampak antar kedua variabel pokok bukanlah suatu hubungan yang langsung tetapi melalui variabel yang lain.





Untuk dapat menentukan diantara 3 (kelompok) variabel terdapat variabel-antara, diperlukan 3 hubungan asimetris. A dan B, B dan C, A dan C (lihat gambar di atas).
Menurut Davis dan Blake (1956) variabel sosial budaya tidak dapat mempengaruhi fertilitas secara langsung tapi melalui variabel-antara dinamakan variabel Davis-Blake. Variabel pengaruh dapat melalui variabel antara mempengaruhi variabelantara, dapat secara langsung mempengaruhi variabel terpengaruh.
3.      Variabel anteseden
Hasil yang lebih mendalam dari penelusuran hubungan kausal antar variabel. Dan mendahului variabel pengaruh.





Dalam realita, hubungan antar dua variabel merupakan penggalan dari sebuah jalinan sebab akibat yang panjang. Setiap usaha mencari jalinan yang lebih jauh seperti variabel anteseden akan memperkaya pengertian tentang fenomena yang sedang diteliti.
Kerangka teori serta akal sehat yang menentukan suatu variabel dapat dipertimbangkan sebagai variabel anteseden. Untuk itu perlu 3 syarat yaitu :
§    Ketiga variabel saling berhubungan, variabel anteseden dan variabel pengaruh, variabel anteseden dan variabel terpengaruh, variabel pengaruh dan variabel terpengaruh.
§    Variabel anteseden dikontrol, hubungan antar variabel pengaruh dan variabel terpengaruh tidak lenyap. Variabel anteseden tidak mempengaruhi hubungan antar kedua variabel pokok.
§    Variabel pengaruh dikontrol, hubungan antar variabel anteseden dan variabel terpengaruh harus lenyap.
Kesimpulan
Hubungan antar variabel sosial cukup kompleks. Tugas peneliti adalah mencari hubungan yang menarik dan penting, yang menerangkan maslah yang diamati. Hubungan tersebut dikaitkan dengan teori dan hasil penelitian orang lain, dan dirumuskan dalam bentuk hipotesa. Konsep pokok diukur dengan variabel yang diberi definisi khusus oleh peneliti, agar dapat menguji hipotesa penelitian. Penggolongan dan penyederhanaan hubungan agar mudah dimengerti. Mempelajari masalah, hubungan dan memilih variabel dapat menjelaskan hubungan sosial yang dianggap perlu diperhatikan. Penelitian dari orang lain, pengamatan secara akal sehat, pedoman baik menentukan variabel kontrol yang tepat

JUDUL SKRIPSI: Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Soeloeng Laoet, Kebun Sinah Kasih Sei Rampah

ABSTRAK

            Keselamatan Kerja adalah Perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang dan mencegah kecelakaan atau cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan Kerja adalah Individu yang sehat, bebas dari penyakit, cedera serta masalah mental dan emosi yang bisa mengganggu aktivitas manusia normal umumnya. Semangat Kerja adalah Sikap mental manusia untuk membuat hari esok lebih baik dari hari sekarang dan membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin.
            Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah berapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program dan juga pengaruh program untuk mengetahui hambatan – hambatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap semangat kerja karyawan. Teknik pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah wawancara atau interview, daftar pertanyaan atau quitioner, studi dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang penulis pergunakan adalah dengan analisa regresi linier berganda dan Uji F.
PT. Soeloeng Laoet adalah badan usaha yang independent yang bergerak dibidang perkebunan. Dari hasil penelitian penulis di PT. Soeloeng Laoet, di peroleh kesimpulan bahwa secara parsial, penilaian keselamatan kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja (Y). Dan begitu pula kesehatan kerja ( X2) berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja (Y) pada taraf signifikan 0,05.
Persamaan regresi linier berganda untuk 2 prediktor (penilaian keselamatan dan kesehatan) adalah Y=15,228 + 0,240 X1 + 0,253 X2 persamaan ini memperlihatkan bahwa semua variabel bebas (X1 dan X2) memiliki koefisien yang positif, berarti seluruh variabel bebas (penilaian keselamatan dan kesehatan kerja) mempunyai pengaruh yang searah terhadap variabel Y (semangat kerja). Variabel X1memiliki kontribusi relatif yang paling besar diantara kedua variabel bebas.
Nilai R – Square yang diperoleh adalah sebesar 0,311 menunjukkan sekitar 31,10% variabel Y (semangat kerja) dapat dijelaskan oleh variabel penilaian keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) terhadap variabel Y (semangat kerja) adalah 31,10% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Dari uji F diperoleh 6,090 dengan F table 3,35 menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, berarti (X1) dan (X2)  penilaian keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y (semangat kerja).



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil mempunyai fasilitas untuk berproduksi dan juga menguji hasil yang diproduksi dari perusahaan tersebut dan efek dari pekerjaan tersebut sangat erat kaitannya dengan tenaga kerja. Tetapi efisiensi dan efektifitas kerja tidak tergantung pada jumlah tenaga kerja yang banyak, melainkan dari mutu tenaga kerja tersebut.
Khusus di dalam pengaruh semangat kerja karyawan, banyak terkandung unsur-unsur seperti :
1.      Keselamatan Kerja Karyawan
2.      Kesehatan Kerja Karyawan
3.      Lingkungan yang mendukung pencapaian prestasi
4.      Segala fasilitas-fasilitas yang disediakan serta kemudahan-kemudahan lainnya.
Untuk meningkatkan semangat kerja perusahaan memberikan jaminan-jaminan dalam lingkungan kerja, diantaranya :
1.      Keselamatan Kerja
Perusahaan juga tidak menginginkan terjadinya kecelakaan kerja, karena mempengaruhi hasil kerja karyawan.
2.      Jaminan Sosial Tenaga Kerja Karyawan
Tanggungan terhadap karyawan dengan memberikan fasilitas perawatan dan pemeliharaan kesehatan oleh perusahaan. Perusahaan juga tidak ingin kecelakaan kerja terjadi, karena akibat dari kecelakaan kerja akan menimbulkan kerugian disegi waktu dan juga disegi peralatan.
Penempatan dan pembagian kerja yang tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki akan memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja dan kesalahan kerja. Perlindungan tenaga kerja yang berupa keamanan dan keselamatan kerja merupakan perhatian utama di dalam perusahaan. Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1970, pada tanggal 12 Januari 1970 ” tentang keselamatan kerja” merupakan bukti tentang pentingnya keselamatan kerja di dalam perusahaan.
Perhatian lain juga dituangkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 02/ Men/ 1980, ” tentang pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dalam menyelenggarakan kesehatan kerja”.
Karena perhatian keselamatan dan kesehatan kerja merupakan perhatian utama dan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan, maka penulis tertarik terhadap masalah yang terjadi pada keselamatan dan kesehatan kerja yang tentunya sangat mempengaruhi semangat kerja karyawan, dengan mengambil judul: ” Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah” .      

B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka perlu diidentifikasi masalah penelitian sebagai berikut:
1.       Bagaimana pengaruh pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap semangat kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?
2.       Bagaimana pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?
3.       Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi semangat kerja karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah ?

C.    Batasan Dan Perumusan Masalah
Pembatasan masalah sangat penting bagi suatu penelitian yang berguna untuk menjadikan penelitian terarah pada masalah tertentu. Oleh karena itu untuk menghindari kekeliruan dalam penafsiran mengenai masalah yang dibahas serta terbatasnya waktu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka dalam hal ini penulis hanya membatasi masalah, yaitu Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Pengaruhnya Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.

D.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan mempunyai tujuan, begitu juga dalam penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
a.       Untuk mengetahui pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan oleh PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.
b.       Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.
c.       Untuk mengetahui bagaimana pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja yang dilakukan terhadap kesejahteraan karyawan di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah.
2.  Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, yaitu sebagai berikut:
a.       Sebagai masukan bagi karyawan khususnya di PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah tentang hak memperoleh jaminan sosial tenaga kerja.
b.       Sebagai bahan pemikiran bagi perusahaan khususnya PT. Soeloeng Laoet Kebun Sinah Kasih Sei Rampah dalam menjamin kesejahteraan karyawan yang merupakan salah satu kewajiban terhadap karyawan dalam mengelola tenaga kerja.
c.       Menambah wawasan pengetahuan penulis dalam bidang kesejahteraan sosial tenaga kerja sebagai salah satu kebutuhan karyawan yang erat kaitannya dengan tingkat produktivitas tenaga kerja.