Powered By Blogger

Rabu, 08 November 2017

Peran akuntansi internasional terhadap perkembangan pasar modal dunia


 A.     Perbedaan akuntansi internasional dengan akuntansi lainnya (International accounting differences with other accounting).
Definisi akuntansi internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18), yaitu akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Suatu perusahaan mulai terlibat dengan akuntansi internasional adalah pada saat mendapatkan kesempatan melakukan transaksi ekspor atau impor. Ekspor sebagai penjualan ke luar negeri dan dimulai saat perusahaan penjual domestik mendapatkan order pembelian dari perusahaan pembeli asing.
Kesulitan-kesulitan mulai timbul pada saat perusahaan domestik ingin melakukan investigasi terhadap kelayakan perusahaan pembeli asing. Jika pembeli diminta untuk memberikan informasi finansial (Jurnal Akuntansi & Keuangan) berkaitan dengan perusahaannya, ada kemungkinan bahwa informasi finansial tersebut tidak mudah diinterpretasikan, mengingat adanya asumsi-asumsi akuntansi dan prosedur akuntansi yang tidak lazim di perusahaan penjual.
Sebagian besar perusahaan yang baru terjun di bisnis internasional bisa meminta bantuan kepada bank atau kantor akuntan dengan keahlian internasional untuk menganalisis dan mengintepretasikan informasi finansial tersebut. Hal lain yang harus diantisipasi adalah jika pembeli membayar dalam mata uang asing. Misalnya, sebuah perusahaan di Indonesia melakukan ekspor hasil produksi kerajinan kepada perusahaan di Amerika Serikat, dan pembeli membayar dalam dollar Amerika Serikat. Perusahaan domestik harus mengantisipasi adanya rugi atau untung potensial yang mungkin timbul karena perubahan nilai tukar antara saat order pembelian dicatat dengan saat pembayaran diterima.
konsolidasi hasil operasi perusahaan induk dan anak.Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di berbagai negara di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi, di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi.
Perbedaan International Accounting dengan akuntansi lain, yaitu :
1.    Yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional (Reported is a multinational company).
Perusahaan multinasional yaitu suatu perusahaan yang berbasis di satu negara (negara induk) akan  tetapi perusahaan itu memiliki kegiatan produksi ataupun pemasaran cabang di negara-negara lain (negara cabang). Perusahaan multinasional biasanya memiliki ciri-ciri, yaitu membentuk cabang-cabang di luar negeri, visi dan strategi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang bersifat global jadi perusaan tersebut membuat atau menghasilkan barang yang dapat digunakan di semua negara, lebih cenderung memilih kegiatan bisnis tertentu umumnya manufaktur, menempatkan cabang pada negara-negara maju. Contoh perusahaan multinasional, yaitu KFC, Blackberry, LG.
2.    Operasi transaksi melintasi batas-batas negara (Operating transactions across national borders.).
Perusahaan mengglobalisasikan kegiatan mereka baik untuk memasok pasar dalam negeri dan untuk melayani pasar luar negeri secara langsung.
3.    Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang berlokasi di negara selain negara perusahaan (Reporting addressed to users located in countries other than the company)
Transaksi antar perusahaan membutuhkan informasi finansial bagi masing-masing perusahaan yang bersangkutan, untuk melihat adanya asumsi-asumsi akuntansi dan prosedur akuntansi.

B.     Akuntansi Internasional terbagi menjadi tiga bidang yg luas (International Accounting divided into three expanse).
Di dalam akuntansi internasional terbagi menjadi tiga bidang yang luas, Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas tersebut antara lain :
·         Pengukuran (Measurements)
Membantu dalam proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitias dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas, operasi dan kekuatan posisi keuangan perusahaan.
·         Pengungkapan (Disclosure)
Proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna laporan keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan atau proses mengkomunikasikan kepada para pengguna.
·         Auditing (Auditing)
Proses dimana para kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

 C.     Sejarah dan Akuntansi Internasional dan trend kebijakan sektor keuangan nasional (History and International Accounting and financial sector policies nationwide trend).
Awalnya, Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli (th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya.
Luca memperkenalkan 3 catatan penting yang harus dilakukan :
1.    Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
2.    Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
3.    Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system (Raddebaugh, 1996).
Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. Pembukuan ala Italia kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.

 D.     Peran akuntansi dalam bidang usaha dan pasar modal global (The role of accounting in the business and global capital markets.)
Dalam era globalisasi, dunia usaha dan masyarakat telah menjadi semakin kompleks sehingga menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk Akuntansi. Akuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap pengambilan keputusan yang bersifat keuangan harus berdasarkan informasi akuntansi. Keadaan ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan organisasi bisnis.
Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bidang-bidang yang dahulu tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor besar. Bunga Bank yang tinggi mendorong orang mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan permodalannya, persaingan antar perusahaan semakin meningkat dengan dibarengi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan. Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007).

Kebijakan Akuntansi Internasional yang diterapkan di Indonesia
Standar akuntansi keuangan di Indonesia perlu mengadopsi IFRS untuk pelaporan keuangan Indonesia agar dapat diterima perusahaan-perusahaan di seluruh dunia dan Indonesia mampu memasuki persaingan global untuk menarik investor internasional. Indonesia berencana untuk sepenuhnya mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Sebuah adopsi adalah wajib bagi perusahaan yang terdaftar dan multinasional. Keputusan apakah Indonesia akan sepenuhnya mengadopsi IFRS atau diadopsi sebagian untuk tujuan harmonisasi harus dipertimbangkan hati-hati. Penuh adopsi IFRS akan meningkatkan keandalan dan komparabilitas pelaporan keuangan internasional.
Analisis Kebijakan
Choi dan Mueller (1998) mendefinisikan akuntansi internasional adalah akuntansi internasional yang memperluas akuntansi yang bertujuan umum, yang berorientasi nasional, dalam arti yang luas untuk:
1.      Analisa komparatif internasional,
2.      Pengukuran dan isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi bisnis-bisnis internasional dan bentuk bisnis perusahaan multinasional,
3.      Kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional, dan
4.      Harmonisasi akuntansi di seluruh dunia dan harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi, profesi dan pembuatan standar.
IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
1.      Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.,
2.      menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.,
3.      dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna. Indonesia perlu mengadopsi standar akuntansi internasional untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya.
Choi, et al. (1999) menyatakan bahwa Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Standart harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai Negara. Saat ini harmonisasi standar akuntansi internasional menjadi isu hangat karena berhubungan erat dengan globalisasi dalam dunia bisnis yang terjadi saat ini. IASC (International Accounting Stadard Committe) adalah lembaga yang bertujuan merumuskan dan menerbitkan standar akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan dan mempromosikannya untuk bisa diterima secara luas di seluruh dunia, serta bekerja untuk pengembangan dan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi sehubungan dengan pelaporan keuangan (Choi & Mueller, 1998).
Menurut Nobes dan Parker (2002), rintangan yang paling fundamental dalam proses harmonisasi adalah:
1.      perbedaan praktek akuntansi yang berlaku saat ini pada berbagai negara,
2.      kurangnya atau lemahnya tenaga profesional atau lembaga profesional di bidang akuntansi pada beberapa negara,
3.      perbedaan sistem politik dan ekonomi pada tiap-tiap negara. Menurut Lecturer Ph. Diaconu Paul (2002),
Hambatan dalam menuju harmonisasi adalah:
1.      Nasionalisme tiap-tiap negara,
2.      Perbedaan sistem pemerintahan pada tiap-tiap negara,
3.      Perbedaan kepentingan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara,
4.      Tingginya biaya untuk merubah prinsip akuntansi.
Penurunan Nilai
Penurunan nilai dari asset merupakan suatu kondisi dimana nilai tercatat dari asset melebihi jumlah terpulihkan (jumlah untuk mendapatkan aset tersebut). Secara periodik perusahaan harus mereview ada atau tidaknya indikasi penururnan nilai (test of impairment) jika terdapat indikasi maka perusahaan harus menaksir recoverable amount dari asset tersebut.
A.   Indikasi/Faktor Penurunan Nilai
1.    Informasi dari luar perusahaan
-          Nilai pasar asset (telah turun secara signifikan melebihi pemakaian normal
-          Terjadi perubahan memburuk dalam hal teknologi, pasar, kondisi ekonomi, hukum, atau dalam pasar produk atau jasa yang d.ihasilkan oleh asset tersebut.
-          Suku bunga pasar dari investasi telah meningkat sehingga akan menurunkan recoverable amount dari asset secara materil
-          Jumlah tercatat asset neto entitas melebihi kapitalisasi pasarnya
2.    Informasi dari dalam perusahaan
-          Pengguanaan aktiva
-          Keusangan/kerusakan
-          Perubahan signifikan dengan cara penggunaan asset
-          Kinerja ekonomi asset memburuk

B.    Pengukuran Penurunan Nilai
Untuk menentukan nilai wajar dari sebuah aktiva, dikurangi biaya untuk menjual.
Nilai buku = nilai asset – akumulasi penyusustan dan akumulasi rugi penurunan nilai

Sumber yang disajikan dalam susunan menurun berdasrkan kkualitas informasi:
1.    Perjanjian penjualan
2.    Harta dalam pasar aktif
3.    Biaya pelepasan

C.   Pengukuran Nilai Yang Dapat Diperoleh Kembali
Penurunan nilai tidak terjadi jika salah satu nilai wajar aktiva dikurangi biaya untuk menjual atau nilai yang sedang digunakan lebih besar dari aktiva yang tercatat. Jika tidak mungkin untuk mengukur nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, maka gunakan nilai pakai.
D.   Pengungkapan Informasi Penurunan Nilai
1.    Kerugian Penurunan Nilai: jumlah kerugian penurunan nilai yang diakui selama periode berjalan dan pos dimana mereka berada
2.    Pemulihan Penurunan Nilai: jumlah pemulihan penurunan nilai yang diakui pada periode berjalan dan pos dimana mereka berada.
3.    Penurunan Nilai Aktiva yang Direvaluasi: jumlah kerugian penurunan nilai atas aktiva yang direvaluasi selama periode berjalan.
4.    Pemulihan Aktiva yang direvaluasi: jumlah pemulihan penurunan nilai atas aktiva yang direvaluasi yang diakui selama periode tersebut.

A.    Indikasi pengendalian (PSAK 4)
      Kepemilikan lebih dari setengah kekuasaan suara (voting rights)
      Kepemilikan kurang dari setengah voting rights:
}  Lebih dari setengah voting right berdasarkan perjanjian kontraktual
}  Kekuasaan untuk:
Ø  mengatur kebijakan keuangan dan operasional berdasarkan anggaran dasar/perjanjian
Ø  menunjuk dan memberhentikan mayoritas dewan direksi/komisaris
Ø  memberikan suara mayoritas rapat direksi/komisaris
B.     Indikasi pihak pengakuisisi biasanya pihak yang:
      Mentransfer kas atau aset lain atau mengeluarkan surat hutang
      Mengeluarkan saham baru
      Merupakan perusahaan yang lebih besar
      Merupakan inisiator kombinasi bisnis

sumber : 

Selasa, 24 Oktober 2017

Standar Akuntansi Keuangan Dan Perkembangannya di Indonesia


Perkembangan standar akuntansi Indonesia dapat dikatakan dimulai pada zaman penjajahan belanda hingga merdeka pada tahun 1945 sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS. Dalam perkembangan standar akuntansi tersebut, Indonesia banyak melalui serangkaian perubahan dan beberapa pedoman penerapan mulai dari menggunakan standar dari bangsa belanda hingga sekarang telah menggunakan standar akuntansi internasional. Dalam tahap menuju kepada penerapan standar internasional, seperti telah dijelaskan di atas, Indonesia banyak melalui dan menggunakan beberapa pedoman atau standar keuangan. Berikut akan penulis jelaskan perkembangan akuntansi diindonesia mulai dari masa penjajahan lalu dengan menggunakan beberapa penyesuaian penerapan standar pada tahun-tahun selanjutnya hingga penerapan standar internasional:      1.      Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda. Dan Indonesia masih menggunakan standar gaya belanda ini hingga merdeka di tahun 1945 hingga tahun 1955.      2.      Sampai Tahun 1955, Indonesia sudah mulai meninggalkan gaya belanda dan mulai beralih ke standar akuntansi amerika, tetapi Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.       3.      Tahun 1974, tonggak sejarah awal Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan Prinsip Akuntansi di Indonesia (PAI). Tetapi Indonesia dengan PAI nya belum memiliki undang-undang yang mengatur tentang standar tersebut.    4.  Pada Tahun 1984 : Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi dan di terbitkan UU PAI.    5.  Akhir Tahun 1984 : Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)        6.  Sejak Tahun. 1994 : IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.        7.  Tahun 2008 : diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan. Dan Indonesia mulai mengacu pada standar IFRS atau dengan kata lain, Indonesia mulai mengadopsi standar internasional IFRS.       8.      Tahun 2012 Indonesia secara penuh mengadopsi/konvergensi standar internasional IFRS. Adanya perubahan lingkungan global yang semakin menyatukan hampir seluruh negara di dunia dalam komunitas tunggal, yang dijembatani perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin murah, menuntut adanya transparansi di segala bidang. Standar akuntansi keuangan yang berkualitas merupakan salah satu prasarana penting untuk mewujudkan transparasi tersebut. Standar akuntansi keuangan dapat diibaratkan sebagai sebuah cermin, di mana cermin yang baik akan mampu menggambarkan kondisi praktis bisnis yang sebenarnya. Oleh karena itu, pengembangan standar akuntansi keuangan yang baik, sangat relevan dan mutlak diperlukan pada masa sekarang ini. Peranan SAK Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berperan dalam penetapan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan, atau dengan kata lain peranan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengarah pada perlakuan pencatatan akuntansi terhadap sumber-sumber ekonomi agar tiap bagiannya berada pada posisi yang benar dan tepat. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) juga dapat memberi pedoman bagi kita tentang bagaimana seharusnya sumber-sumber ekonomi dicatat dan bila terjadi perubahan bagaimana mencatatnya serta kapan perubahan tersebut dicatat dan bagaimana seharusnya kita menyususn dan menyajikan laporan keuangan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) juga membantu menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pengungkapan jika terjadi penyimpangan dalam laporan keuangan yang disajikan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) akan menjadi alat dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan yang mengantar kepada terciptanya sistematis informasi keuangan yang akurat dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu para penentu keputusan dalam mengambil keputusan yang tepat bagi kelangsungan suatu usaha. Konvergensi PSAK ke IFRS Sesuai dengan roadmap konvergensi PSAK ke IFRS (International Financial Reporting Standart) maka Indonesia memasuki tahap persiapan akhir pada 2011 setelah sebelumnya melalui tahap adopsi (2008 – 2010). Hanya setahun saja IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) menargetkan tahap persiapan akhir ini, karena setelah itu resmi per 1 Januari 2012 Indonesia menerapkan IFRS. Dengan adanya standar global tersebut memungkinkan keterbandingan dan pertukaran informasi secara universal. Konvergensi IFRS dapat meningkatkan daya informasi dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Adopsi standar internasional juga sangat penting dalam rangka stabilitas perekonomian. Manfaat dari program konvergensi IFRS diharapkan akan mengurangi hambatan-hambatan investasi, meningkatkan transparansi perusahaan, mengurangi biaya yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan, dan mengurangi cost of capital. Sementara tujuan akhirnya laporan keuangan yang disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) hanya akan memerlukan sedikit rekonsiliasi untuk menghasilkan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Sasaran konvergensi IFRS tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012 dan konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap. Indonesia telah mengadopsi IFRS secara penuh pada tahun 2012, strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh Negara-negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh Negara-negara berkembang seperti Indonesia. 


Sumber: 
http://www.slideshare.net/lisahhRj/perkembangan-standar-akuntansi-indonesia-menuju-konvergensi-ifrs  

https://www.academia.edu/9273938/SEJARAH_PERKEMBANGAN_PENGADOPSIAN_SAK_KONVERGENSI_IFRS 

http://library.gunadarma.ac.id/epaper/detail/3764572 Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap


Selasa, 21 Februari 2017

Pengertian dan Jenis - Jenis Peti Kemas

Peti kemas adalah peti yang terbuat dari logam atau aluminium yang berbentuk segi empat yang secara umum dapat diartikan sebagai gudang kecil berjalan atau bergerak dari satu tempat ke tempat lain sebagai akibat adanya angkutan oleh WJ. Stanton, Analisa Transfortasi Laut, (2000, 201).
      Peti kemas/ Container Inventory Control (CIC)  dapat memuat semua jenis barang produksi industri maupun pertanian dan mempunyai daya tampung muatan yang cukup tinggi volumenya atau sesuai dengan bwsarnya peti emas tersebut, disamping barang bisa tahan lama juga dapat menjamin kerusakan barang (pemilik barang)..
      Peti kemas yang umum di gunakan digunakan dalam pelayaran dar Indonesia mempunyai bermacam macam ukuran yaitu :
1. Ukuran 2,5 x 2,5 x 6,0 meter yang biasa disebut 20 Feet container, yang berkapasitas 15 ton.
2. Ukuran 2,5 x 2,5x 12 meter yang biasa disebut 40 Feet container, yang berkapasitas 25 ton.
      Peti kemas/Container Inventory Control (CIC) secara umum dapat digambarkan sebagai gudang kecil bagian yang digunakan mengangkut barang, merupakan perangkat perdagangan sekaligus merupakan sistem komponen dari pada pengangkutan.
      Sistem pengangkutan Container Inventory Control (CIC) telah berkembang didunia sebagai bagian dari perkembangan teknologi maju yang mencari upaya untuk mendapatkan efisiensi yang lebih tinggi,sehingga peti kemas tidak lain adalah sebuah wadah atau peti besar yang berukuran tertentu sebagai tempat menyimpan barang yang dimuat oleh kapal.
      Adapun jenis-jenis peti kemas yang umum digunakan untuk perdagangan internasioanal adalah :
1.  Dry Cargo Container
Peti kemas ini mengangkut container cargo (muatan umum), seperti barang berkolontong dan kering yang memerlukan perlakuan khusus.
2.  Hard Top Container
     Jenis ini nama lain dari peti kemas Dry Cargo Container.
3.  Reefer Container
     Digunakan khusus mengangkut barang yang perlu pendinginan atau beku,seperti daging , ikan,udang atau komoditi tertentu.
4.  Soft Top Container
     Container Inventory Control (CIC) terbuka pada bagian atas,dimana muatan dimasukkan dan dikelurakan dan menggunakan tarpal sebagai pelindungnya.jenis barang yang dimuat terdiri dari barang barang berat dan tidak terlalu besar,baik di bungkus maupun dikirim dalam keadaan loose,seperti mesin atau generator pembangkit listrik ukuran kecil
5.  Open Top Side Container
Container Inventory Control (CIC) bagian atas dan sisinya terbuka seperti geladak dengan empat tiang sudut dan empat pengunci pada puncak keempat tiang tersebut.
6.   Flat Rack Container
Jenis container yang hanya terdiri dari landasan saja dan digunakan mengangkut barang berat seperti besar yang dimuat lewat atas.
7.  Open Side Container
      Container Inventory Control (CIC) ini pintunya berada disamping memanjang dari ujung ke ujung,tidak di beri daun pintu melainkan tarpal dan biasanya digunakan untuk mengangkut muatan tertentu yang panjang yang pemuatannya tidak dapat dilakukan dari bagian belakang.
       Analisis laporan keuangan seperti disebutkam untuk mengetahui kondisi   atau keadaan keuangan perusahaan dan hasil-hasil yang telah dicapai pada suatu saat atau tanggal tertentu. Dengan demikian para analisis di dalam melakukan analisis akan membutuhkan laporan keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu untuk mengetahui perusahaan mengalami peningkatan/ penurunan keuntungan, bahkan dalam beberapa periode sebagai bahan perbandingan.
Warsono, Dasar-Dasar Perpajakan, (2003 ; 35) analisis yang dinyatakan dalam persentase, akan membantu analisis dalam memahami kondisi keuangan serta hubungan keuntungan perusahaan antara biaya dengan penjualan dari suatu perusahaan. Prosentase tersebut dapat dihubungkan dengan total, baik total aktiva/ passiva maupun total penjualan atau terhadap tahun dasar dari periode-periode yang akan dianalisis. Dengan lapoean keuangan dalam persentase para analisis keuangan dapat dengan cepat menegetahui perkembangan daripada posisi keuangan serta hasil-hasil keuangan yang telah dicapai oleh suatu perusahaan.
Warsono, Dasar-Dasar Perpajakan, (2003 : 35) jika laporan keuangan itu dinyatakan sebagai prosentase dari tahun dasar dari periode-periode yang akan dianalisis, maka laporan keuangan itu disebut index statement, sedangkan bila laporan keuangan tersebut dinyatakan sebagai prosentase dari pada total aktiva/ passiva atau total penjualan, maka laporan keuangan itu disebut common size statement
1. Tehnik Pelaporan
Warsono, Dasar-Dasar Perpajakan,  (2003 : 37) analisis prestasi uatu tehnik analisis keuangan untuk mengetahui keadaan keuangan atau posisi keuangan suatu perusahaan, apakah menunjukkan keadaan naik, turun atau tetap. Jadi analisis indeks, analisis keuangan dapat mengetahui trend yang menunjukan hubungan antara masing-masing pos dalam neraca laporan rugi/ laba dan periode-periode yang di analisis.
 Tehnik dalam analisis ini, adalah masing-masing pos dalam neraca dan laporan rugi/ laba yang menjadi tahun dasar di berikan indeks seratus. Kemudian pos-pos dari neraca rugi/ laba untuk periode selebihnya dihubungkan dengan pos yang sama pada neraca dan laporan rugi/ laba yang menjadi tahun dasar, dengan cara membagi jumlah rupiah masing-masing pos dalam periode-periode yang dianalisis dengan jumlah rupiah dan pos yang sama pada periode yang menjadi tahun dasar kemudian diali seratus.
 Dengan analisis tingkat prestasi keuntungan  (terjadi) akan saat dilihat kecenderungan dari masing-masing pos dalam neraca dan laporan rugi/laba, apakah menunjukkan kecenderungan menurun, meningkat atau tetap, atau dengan kata lain apakah kecenderungan yang ditunjuk oleh masing-masing pos dalam neraca dan laporan rugi/ laba tersebut menguntungkan atau tidak menguntungkan. 
1.    Common Size statament
Soegarda, Azas-Azas Pelayaran Niaga Pelabuhan, (2001 : 23) analisis common size memperhatikan atau menunjukkan sejauhmana pengaruh dari perubahan-perubahan tersebut terhadap totalnya, baik total aktiva/passiva maupun total penjualan. Analisis common size adalah tehnik analisis keuangan untuk mengetahui perubahan dari masing-masing pos dalam neraca terhadap total aktiva/ passiva dan masing-masing pos dan laporan rugi/ laba terhadap total penjualan.
Tehnik dalam analisis ini, adalah total aktiva/ passiva serta total penjualan di berikan indeks seratus, kemudian pos dalam neraca dibagi dengan total aktiva/ passiva dan masing-masing pos dalam laporan rugi/laba dengan total penjualan dikali dengan seratus.
Apabila laporan keuangan disajikan dalam prosentase yaitu masing-masing pos dalam laporam rugi/ laba terhadap total penjualan, maka akan diperoleh suatu dasar atau ukuran umum yang dapat digunakan sebagai pembanding. Analisis common size untuk meraca akan memperlihatkan investasi pada masing-masing aktiva serta distribusi daripada utang dan modal sendiri, sedangkan laporan rugi/ laba akan memperlihatkan harga pokok, biaya-biaya dan laporan rugi/ laba terhadap total penjualan.    

3.  Laporan Keuangan Utama


Neraca adalah suatu daftar yang memuat secara terperinci semua aktiva, kewajiban perusahaan serta modal pemilik pada waktu tertentu. Jadi neraca merupakan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan yang dapat menunjukkan perusahaan mengalami peningkatan/penurunan keuntungan. Dari neracalah pemilik perusahaan dapat mengetahui beberapa kekayaan perusahaan dan berapa utang usaha yang harus dilunasi. Melalui neraca pulalah kreditor dapat mengetahui kesanggupan perusahaan untuk membayar utangnya. 
Pengertian neraca menurut Weston, Analisa Keuangan, (2002 : 39) neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi pada suatu periode tretentu.
Aktiva adalah jumlah harta/ kekayaan yang dimiliki perusahaan, sedangkan passiva adalah jumlah kewajiban-kewajiban perusahaan atau sumber yang digunakan untuk memperoleh aktivs tersebut. Setiap catatan dalam neraca menyebutkan macam harta, utang dan modal disebut pos neraca.
Soegarda, Azas-Azas Pelayaran Niaga Pelabuhan, (2001 : 30) dalam prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia, pos-pos neraca hendaknya dikelompokkan sebagai berikut :
Kelompok aktiva terdiri dari :
1.  Aktiva lancar
2.  Aktiva tetap
2.    Aktiva tak berwujud     
Kelompok aktiva terdiri dari :
1.    Kewajiban lancar / jangka pendek
2.   kewajiban jangka panjang

3.    Modal pemilik