Powered By Blogger

Kamis, 28 Februari 2013

Pengertian Teori Antrian


      Antrian pada dasarnya harus menunggu sesuai dengan susunan dalam waktu sejenak untuk menunggu pelayanan. Pada setiap organisasi atau perusahaan terdapat berbagai contoh/ alternatif dari beberapa proses yang menimbulkan atau menggambarkan garis tunggu (waiting lines). Adakalanya beberapa garis tunggu terjadi apabila beberapa konsumen, karyawan, komponen mesin-mesin atau unit harus menunggu pelayanan. Karena fasilitas pelayanan yang ada (terbatas) sedang melayani yang lainnya, sehingga tidak mungkin  memberikan service secara serentak saat yang sama.
      Dalam istilah Pelopor dan pencetus terori antrian adalah Derlang seorang ahli matematika berasal dari negara Denmark. Pada tahun 1909, ia telah mengadakan percobaan-percobaan untuk mengatasi masalah lalu lintas telepon ditempat ia bekerja. Ia mencoba meneliti dengan menggunakan teori antrian ini, terutama mengatasi fluktuasi permintaan terhadap fasilitas atau perlengkapan switcher telepone. Hingga sebelum berakhir perang dunia ke II penemuan tersebut makin berkembangkan dan dijelaskan pada berbagai masalah yang muncul yang berkaitan dengan antrian atau melewati garis tunggu.
      Chase dan Aquilano dalam bukunya Production Operation Management (1998; 282) memberikan didefinisi kan bahwa apabila ada beberapa kedatangan nasabah pada suatu fasilitas pelayanan yang memberikan pelayanan yang  sama, maka pada saat itu muncul antrian.
      Antrian itu dapat diartikan bahwa harus sesuai dengan susunan kedatangan atau mengisi formulir, sehingga nasabah yang akan dilayani sesuai dengan urutan yang membutuhkan pinjaman kredit pada perusahaan.
      Martono dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lain (2003 : 170) menyatakan bahwa gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang yang berpiutang atas suatu barang yang bergarak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh orang lain atas namanya.
       Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa :
1.     Perum pegadaian mengharapkan antri nasabah sesuai dengan nomor formulir.
2.     Displin waktu yang telah ditetapkan harus dipatuhi oleh nasabah
3.     Gadai sebenarnya menyerahkan barang bergerak kepada seorang yang atas namanya kepada orang untuk memperoleh fasilitas kredit
4.     Barang yang digadaikan harus disesuaikan dengan nilai barang yang di gadaikan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar