Powered By Blogger

Senin, 23 Januari 2017

Tujuan dan Unsur-Unsur Pengawasan Intern

1. Tujuan Pengawasan Intern

      Pada umumnya semua kegiaatan dalam pengawasan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Demikian pula halnya dengan tujuan dijalankannya internal control, kalau menurut R. Soemita  Adikoesumah, Ke Sekretariatan dan Administrasi Per Kantoran,  (2000: 121), mengemukakan tujuan internal  control, sebagai berikut ::
a. Membantu manajemen dalam pelaksanaan administrasi pada perusahaan yang efektif dan efisien dalam melaksanakan prosedur untuk menentukan kebijaksanaan kerja organisasi.
b.    Memberi tahukan dan bila perlu membetulkan cara kerjanya agar lebih efektif dan efisien.
c.    Menentukan tingkat kebenaran data akuntansi yang dibuat dan keefektifan prosedur intern.
d.    Menentukan sampai sejauhmana perlindungan, pencatatan, dan pengawasan terhadap kekayaan organisasi yang mungkin dapat menyebabkan kecurian. 
      Untuk mencapai tujuan ini, maka internal control dilakukan pada obyek-obyek yang memungkinkan tercapainya tujuan tersebut, terhadap :
a.  Jumlah  hasil  kerja, yaitu banyaknya (kuantitas) daripada hasil yang telah
     dicapai dalam suatu proses pelaksanaan kegiatan.
b.  Mutu hasil kerja, yaitu tinjauan dari segi kaulitas dari pada hasil yang telah
      dicapai.
c.    Pegawai, dalam bidang ini maka sasarannya adalah untuk mengetahui kesungguhan, kerajinan dan kecakapan kerjanya.
d.    Uang yaitu, dimana obyek ini sangat penting artinya dan yang menjadi sasaran kontrol adalah apakah pemakaian uang itu sah dan telah dilaksanakan secara efisien atau tidak.
e.    Barang pembekalan, obyek ini menyangkut pembelian penggunaan  dan  pemeliharaan  barang-baramnh inventaris,  apakah telah dilakukan dengan baik sesuai dengan  ketentuan atau belum.
f.     Ruang kerja, apakah ruang kerja ini sudah ditata dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya atau tidak.
g.    Waktu, dari segi ini maka yang menjadi sasaran pengawasan adalah apakah waktu yang dipergunakan dalam setiap waktu kerja itu untuk kepentingan organisasi atau tidak.
h.    Metode kerja, yang menjadi sasaran dengan obyek ini adalah  apakah metode kerja yang diterapkan oleh pimpinan organisasi telah dilaksanakan oleh aparat operasional dengan tepat atau tidak.
.
2.  Unsur-Unsur Internal Control

      Sri Kadarisman, Dasar-Dasar Kepegawaian, (2000 : 29), pelaksanaan internal control pada dasarnya adalah merupakan suatu sistem daripada pelaksanaan pengawasan secara keseluruhan, dimana berdasarkan rumusan-rumusan tentang internal control dapatlah dikemukakan bahwa unsur-unsur internal control, yang dilaksanakan perusahaan sebagai berikut :
    a.  Rencana organisasi                                                         
    b.  Methode   dan   ketentuan - ketentuan  yang   terkoordinir  untuk  dapat  
          melindungi harta milik perusahaan.
     c.  Personalia.
     d.  Kebiasaan-kebiasaan (praktek) yang sehat.
      Sehubungan dengan tersebut, maka rekening yang baik harus dapat memenuhi hal-hal, sebagai berikut :  
a. Membantu mempermudah penyusunan laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lainnya dengan ekonomis.
b. Meliputi rekening-rekening korang yang dapat diperlukan untuk dapat menggambarkan dengan baik dan teliti harta-harta milik, hutang-hutang, pendapatan-pendapatan, harga pokok dan biaya-biaya yang harus diperinci sehingga memuaskan dan berguna bagi manajemen didalam melakukan pengawasan operasi perusahaan.
c.  Menguraikan dengan teliti dan singkat apa yang harus dimuat didalam setiap rekening.

d.  Membuat rekening-rekening kontrol apabila diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar