Powered By Blogger

Minggu, 24 Februari 2013

Pengertian Laba


     Sebagaimana diketahui bahwa keberadaan perusahaan mempunyai tujuan tertentu, sehingga perusahaan berusaha semaksimal mungkin dalam memaksimalkan laba sebagai tujuan umum perusahaan (bisnis) adalah “ membuat suatu produk atau jasa dengan biaya yang serendah-rendahnya, dan menjual dengan harga yang wajar “. Dalam pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen produksi dan operasi, karena semua manajer harus membuat keputusan-keputusan, maka tidak ada salahnya bila kita membicarakan masalah pembuatan keputusan.
      Dengan melaksanakan usahanya perusahaan dalam hal menggunakan sumber daya manusia (sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga kerja, mesin-mesin peralatan, bahan mentah dan sebagainya. Dalam proses transportasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi produk atau jasa.
      Selanjutnya, T. Hani Handoko, Penentuan Laba Perusahaan, (2001 : 84) mengemukakan bahwa dalam penentuan maksimisasi laba perusahaan akan menempatkan teknik-teknik atau metode perancangan dan pengalokasian berbagai sumber daya yang terbatas diantara berbagai alternatif penggunaan sumber daya manusia untuk mendukung kontinuitas usaha, serta dapat meminimalisasi biaya yang telah dioptimalkan.
      Problem produksi biasanya diformulasikan sebagai maksimalisasi keuntungan dimana sumber daya dialokasikan untuk mencapai efektifitas yang maksimal dan distribusi modal berbagai periode, dimana fungsi-fungsi dan tujuan dieksperimenkan dalam kaitannya dengan Net Present Value (NPV) aplikasi-aplikasi yang dimaksud.
a. Pemilihan proses yang dapat membantu manajemen untuk memilih kombinasi metode produksi yang terbaik dari yang tersedia.
b. Pencampuran (Blending) untuk menentukan biaya terkecil dari kombinasi unsur-unsur yang akan membentuk sebuah spesifikasi produk yang dihasilkan.
c. Transportasi untuk menentukan biaya transportasi minimal menggunakan rute yang tersedia.
      Dari ketiga aplikasi ini mempunyai fungsi dan tujuan yaitu biaya yang minimal, artinya segala aktivitas dapat dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.
      Untuk mengukur prestasi perusahaan atau tingkat kemampuan, maka analisa untuk memperoleh laba merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para manajer, pada prinsipnya bahwa setiap perusahaan menginginkan suatu potensi yang baik sehingga memberikan pendapatan sampai sejauh mana hasil yang dicapai dan bunga dengan harta. Analisa resiko dalam memperoleh laba juga akan memberikan gambaran efisien atas penggunaan dana, mengenai hasil akan keuntungan dapat dilihat setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta. Laba suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan sejumlah modal tertentu, selain itu rasio tersebut dapat memberikan gambaran tentang kontrol perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan. Untuk pengertian yang lebih jelasnya beberapa batasan yang diberikan oleh penulis berikut ini, seperti Bambang Riyanto, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2000: 27) mengatakan bahwa keuntungan perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dan aktiva atau model yang menghasilkan laba tersebut dengan kata lain keuntungan yang diperoleh adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba sebelum periode tertentu.
     Bagi batasan tersebut untuk memperoleh laba dengan investasi yang ada juga dapat dikatakan kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai keuntungan tertentu sebagai akibat dari kebijaksanaan dan keputusan atas penggunaan dana dan perusahaan.
     Selanjutnya, Edwan Dekar, Analisa Laporan Keuangan, (2000: 68) mengemukakan bahwa profitabilitas diukur dengan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan kebijaksanaan deviden menguntungkan sementara ada yang bersamaan maju untuk menunjukkan adanya suatu kenaikan modal yang mantap.
      Penulis lain yaitu Hartanto, Akuntansi Manajemen, (1999 : 46) mengemukakan bahwa keuntungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba. Oleh karena itu dengan membandingkan operating profit margin antara beberapa periode yang berurutan akan dapat dilihat kecenderungan harga pokok penjualan dan perubahan biaya operasi dari perusahaan tersebut.
     Secara garis besarnya untuk memperoleh laba dapat dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu:
     Keuntungan secara ekonomi (return on total accers) yang sering juga disebut dengan istilah Earning Power adalah perbandingan antara laba sebelum pajak dengan keseluruhan modal.
     Adapun laba yang dimaksud tersebut adalah laba operasi dan modal adalah modal operasi. Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas           S. Munawir (1997 : 13) mengemukakan bahwa keuntungan secara ekonomi adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksud untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan pada operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan Dengan demikian ratio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan (Net Operating Assets).
      Analisa profit margin tersebut dimaksudkan untuk melihat efisiensi perusahaan dalam mencapai volume penjualan untuk menghasilkan laba yang di harapkan. Sedangkan operating assets turn over untuk melihat efektivitas perusahaan yang dapat tercermin dari kecepatan operating assets turn over.
      Suatu faktor yang mempengaruhi perkembangan perusahaan adalah sejauh mana perusahaan mengelola usahanya agar dapat menghasilkan laba semaksimal mungkin sedangkan laba itu sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan mencapai tingkatan volume penjualan tertentu dengan biaya yang sewajarnya. Karena tingkatan efisiensi dalam perusahaan akan menyebabkan semakin tinggi pula penetapan profit margin perusahaan.
      Untuk menaikkan profit margin ada beberapa cara yang dapat ditempuh :
a.Menaikkan Net sales yang lebih besar dari kenaikan operating expenses.
b.    Mempertahankan Net sales dengan menekan operating expenses.
c.     Mengusahakan penurunan Net sales dengan harapan terjadi penurunan     operating   expenses yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar