Powered By Blogger

Rabu, 21 Desember 2016

Pengertian Investasi

Kunci keberhasian perusahaan ditentukan oleh fungsi manajemen berjalan sesuai dengan perkembangan perusahaan dengan penyesuaian kondisi ekonomi. Fungsi manajemen sangat menentukan untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan fungsinya masing-masing dengan memperhatikan hambatan-hambatan yang harus dilalui.
      Telah kita ketahui bahwa dalam penanaman modal pada perusahaan yang dapat dikatagorikan bahwa investasi dimasa depan dengan periode jangka waktu yang cukup lama, maka penulis dapat mengemukakan pengertian tentang investasi oleh para ahli ekonomi.
      Definisi investasi oleh Anthony dan James S. Reece dalam bukunya Management Accounting (1999 : 613), menyatakan bahwa proposal untuk penanaman investasi yang berupa dana, yang biasanya disebut  modal, maka waktu prosentase yang dianalisa pada tingkat perputaranya, maka uang yang telah tertanam akan diharapkan pada masa yang akan datang.
      Menurut definisi di atas, bahwa investasi adalah sebagai modal yang tertanam pada perusahaan untuk memperluas usaha dengan harapan akan diterima kembali setelah beberapa tahun kemudian. Dikatakan bahwa investasi itu meliputi semua dana (modal) yang tertanam dalam suatu perusahaan atau proyek untuk ditanamkan pada harta lancar (current assets) dalam jangka waktu lebih dari satu tahun dalam proses produksi peruahaan.
Pada dasarnya pengertian investasi merupakan usaha penanaman faktor-faktor produksi sebagai langkah-langkah untuk menentukan proyek tertentu untuk menanamkan investasi. Hal ini yang merupakan salah satu faktor produksi, untuk langkah-langkah penanaman modal. Proyek ini sendiri dapat bersifat baru sama sekali, atau perluasan proyek yang ada agar tujuan dari pada proyek dapat dicapai sesuai apa yang diharapkan, maka diperlukan pelaksanaan yang masing-masing pengetahuannya/ keahliannya.    
Menurut M.G. Wrigt B. Com dalam bukunya Manajemen Keuangan (2000 : 59) yang diterjemahkan oleh Charles T.  investasi adalah dengan harapkan bahwa perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang telah diinvestasikan dalam aktiva tetap lebih dari dana yang telah ternam tersebut.
Berdasarkan pengertian di atas, bahwa apabila suatu perusahaan mengadakan investasi dalam aktiva tetap pada perusahaan, maka neraca sebelah kiri bahwa suatu kegiatan/ aktivitas perusahaan yang akan dapat memperoleh kembali dana yang ditenamkan dengan harapan yang sama investasi aktiva lancar. Perputaran dana yang tertanam pada kedua aktiva itu adalah berbeda, yaitu investasi dalam aktiva lancar itu dapat diharapkan dalam waktu singkat dapat diharapkan hasil yang dicapai, atau usaha yang secara sekaligus. Kalau investasi aktiva tetap dana yang tertanam di dalamnya kembali secara keseluruhan perusahaan dalam waktu beberapa tahun lamanya, dan kembali lagi secara berangsur-angsur melalui depresiasi.
Sukses atau tidaknya dalam penggunaan dana yang tepat mempunyai pengaruh terhadap perkembangan perusahaan karena pengaruhnya mempunyai waktu jangka panjang terhadap tingkat profitbilitas itu. Hal itu menentukan tingkat kemampuan perusahaan untuk menarik orang untuk menanamkan dananya demi perluasan usaha perusahaan.  
Perusahaan yang lancar aktivitasnya, rata-rata membutuhkan suntikan dana agar usaha yang digelutinya dapat bertambah meningkat usahanya, maka perusahaan tersebut senantiasa mengharapkan bantuan dana darimanapun saja untuk peningkatan usaha yang lebih layak lagi.
Menurut Dj. A. Simarmata dalam bukunya Pendekatan Analisa Proyek (2001 : 155) pengertian investasi dalam rencana investasi pada perusahaan dengan harapan masa depan akan mencerminkan dan tujuan tertentu sebagai berikut investasi adalah mempunyai pengertian secara luas, terutama bila dikaitkan dengan suatu  kegiatan pasar modal yang sekarang. Pada setiap kegiatan yang hendak menanamkan uang dengan aman termasuk investasi.
Kebiasaan umum perusahaan, dalam membicarakan tentang rencana investasi dikaitkan dengan penggunaan uang bagi perusahaan peningkatan usaha dalam kepastian sistem produksi atau dengan kata lain peningkatan assets capital, misalnya pembelian sistem produksi dalam bentuk mesin-mesin yang disertai dengan alat teknologi dan peralatan, pabrik/ gedung atau tanah utuk kebutuhan. Buku ini menunjukkan  pengertian investasi diambil yang bersifat umum, bahwa pada pembicaraan disini dibatasi pada investasi assets capital tetap.
Berdasarkan pengertian tersebut maka penulis dapat menarik suatu asumsi bahwa penanaman modal untuk tujuan tertentu khusus dalam kegiatannya, (Simarmata, 2001 : 12) investasi di bagi dalam kelompok yaitu :
   a.   Investasi baru
         b.   Investasi nasionalisasi
         c.   Investasi perluasan
d.   Investasi modernisasi

e.    Investasi diversifikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar