Powered By Blogger

Minggu, 03 Februari 2013

Pengertian dan Klasifikasi Biaya


1.    Pengertian Biaya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menghasilkan suatu produk baik berupa barang maupun jasa adalah besarnya biaya yang dikorbankan. Oleh karena itu sebelum menjalankan kegiatan operasi, diperlukan konsep biaya yang merupakan informasi bagi manajemen. Hal itu sangat penting dalam menghitung harga pokok produksi, mengadakan penganalisaan dalam hubungannya biaya dengan volume produksi yang diharapkan, serta merupakan informasi dalam estimasi laporan rugi/laba dan juga memberikan informasi yang berguna bagi manajemen dalam menetapkan suatu kebijaksanaan.
Manajemen dalam menentukan setiap kebijaksanaan yang akan dilaksanakan, maka biaya harus dipertimbangkan dengan baik jika dihubungkan dengan masalah pendapatan yang hendak dicapai perusahaan.
Perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi untuk menciptakan barang dan jasa diperlukan pengorbanan dari faktor-faktor produksi yang dikeluarkan untuk proses produksi dinamakan cost  atau biaya.
Dalam hubungan analisis penetapan harga pokok penjualan, maka terlebih dahulu dikemukakan beberapa pengertian biaya yang merupakan basis dalam analisa selanjutnya.
Mulyadi (1999:3), mengatakan bahwa biaya adalah pengorbanan unsur ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.
Selanjutnya Abas Kartadinata (2000:24), mengemukakan bahwa biaya adalah pengorbanan yang diukur dengan satuan  uang yang dilakukan atau harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut R. Soemita Adikousoemo (1999:13) menyatakan bahwa biaya adalah pengobanan-pengorbanan nilai yang berfaedah untuk memproduksi barang.
Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1999:69) menyatakan bahwa biaya adalah jumlah yang diukur dalam satuan uang yaitu pengeluaran dalam bentuk kontan atau dalam bentuk pemindahan kekayaan, pengeluaran modal saham, jasa yang diserahkan dalam hubungannya dengan barang-barang atau jasa-jasa yang akan diperoleh atau yang akan dicapai.
Dari berbagai pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa biaya itu merupakan suatu pengeluaran yang dapat diukur dalam bentuk uang yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu diwaktu yang akan datang. Atau dapat juga dikatakan sebagai suatu pengorbanan yang dikeluarkan sekarang dan diharapkan untuk mendatangkan hasil pada waktu yang akan datang.
Selanjutnya untuk mengetahui perbedaan pengertian antara biaya (cost) dengan ongkos (expenses) maka Daljono (2004:27) mengatakan bahwa cost adalah biaya-biaya yang diharapkan akan memberi manfaat diwaktu yang akan datang dan karenanya merupakan aktiva yang dicantumkan dalam neraca sedangkan expenses adalah biaya yang  telah digunakan untuk menghasilkan prestasi. Karena jenis biaya ini tidak dapat memberikan manfaat lagi diwaktu yang akan datang maka tempatnya adalah diperkirakan rugi/laba dan bukan neraca.
Dari pengertian diatas dan gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan pengeluaran yang secara ekonomis  tidak dapat dihindarkan  tetapi dapat diramalkan dalam suatu proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
2.    Klasifikasi Biaya
Menurut Daljono (2004:35), menyatakan bahwa klasifikasi biaya sebagai berikut : biaya variabel dan biaya tetap serta biaya semi variabel  yaitu biaya yang dapat dikendalikan dan biaya tidak dapat dikendalikan.
Dari gambaran tersebut, dapat diketahui bahwa klasifikasi biaya adalah :
a.    Biaya Variabel adalah sejumlah biaya ikut berubah mengikuti volume produksi atau penjualan. Misalnya bahan baku langsung  yang dipakai dalam proses produksi atau bahan langsung lainnya yang ikut dalam proses produksi, dan biaya tenaga kerja langsung.
b.    Biaya tetap adalah sejumlah biaya yang tidak berubah walaupun ada perubahan volume produksi atau  penjualan. Misalnya gaji bulanan, asuransi, penyusutan, biaya umum dan lain-lain.
c.    Biaya semi variabel (semi variabel cost)  yaitu biaya-biaya  yang tidak bersifat tetap,  tetapi tidak pula bersifat variabel.
Menurut Mulyadi (1999:64), menyatakan bahwa klasifikasi biaya yang baik untuk tujuan perencaan dan pengawasan adalah sebagai berikut :
1.    Manufacturing cost (biaya pabrik) adalah semua biaya yang muncul sejak pembelian bahan-bahan sampai berubah menjadi produk selesai (final product).
2.    Manufacturing expenses disebut juga factory over head cost atau biaya pabrikasi tidak langsung.
Yang termasuk golongan ini adalah Inderect labour, yaitu tenaga kerja yang tidak terlihat langsung dalam proses produksi, misalnya kepala bengkel, mandor, pembantu umum dan sebagainya.
3.    Other manufacturing expenses, yaitu biaya-biaya tidak langsung selain dari indirect labour dan indirect material, seperti biaya atas penggunaan tanah, pajak, penghapusan, pemeliharaan  dan perbaikan.
Commercial expenses   yang meliputi :
1.    Selling expenses, adalah semua ongkos yang dikeluarkan setelah selesainya produksi sampai pada saat terjualnya. Ongkos-ongkos ini meliputi penyimpanan, pengangkutan, penagihan dan ongkos yang menyangkut fungsi penjualan.
2.    Administrasition expenses adalah ongkos-ongkos yang meliputi ongkos perencanaan dan pengawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar