Pengertian Produksi dan Kualitas
Produksi adalah merupakan salah satu
bagian yang pen- ting dalam suatu
perusahaan. Dalam menguraikan pengertian produksi sesuai dengan pandangan dan
perkembangan dunia usaha oleh Sofyan Assauri, dalam bukunya Management Produksi
(2002, 7) menyatakan bahwa produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan
dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa, un- tuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor
produksi.
Definisi tersebut di atas, bahwa
setiap hasil produksi mempunyai kegunaan
tertentu dan dibutuhkan faktor-faktor produksi yang mendukung kelancaran
produksi tersebut.
Sedangkan Mubyarto, (2003, 62), dalam
bukunya Pengantar Ekonomi Pertanian, sebagai berikut produksi pertanian adalah
suatu hasil yang diperoleh sebagai akibat pekerjaannya faktor-faktor produksi
sekaligus yakni tanah, tenaga kerja, dan
modal.
Dari definisi di atas, memberikan
pengertian bahwa produksi adalah untuk menambah nilai guna suatu barang, dengan
dasar itulah barang perlu diperhatikan terhadap mutu produk sehingga mempunyai
jaminan tersendiri.
Selanjutnya oleh Sofyan Assauri,
membatasi diri untuk memberikan definisi dalam bukunya Management Produksi
(2002, 221), sebagai berikut mutu diartikan sebagai faktor-faktor yang terdapat
dalam suatu barang atau hasil yang menyebabkan barang atau hasil tersebut
sesuai dengan tujuan untuk apa barang terse-
but dimaksudkan atau dibutuhkan.
Sesuai dengan definisi di atas, bahwa
barang dan jasa yang dihasilkan mempunyai tujuan terentu, sehingga setiap
perusahaan akan mengadakan produksi telah mengadakan pengumpulan bahan baku
secukupnya. Di samping itu juga telah mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam pengembangan
produksi.
Sedangkan Sumitro Djoyohadikusumo dalam
bukunya Ekonomi Umum dan Teori Kebijaksanaan, (1999, 136) mengemukakan, sebagai
berikut produksi adalah sebagai proses penggunaan unsur-unsur dengan maksud
untuk menciptakan faedah atau untuk memenuhi kebutuhan.
Dari pengertian tersebut di atas dapat
dijelaskan bahwa mengenai fungsi produksi merupakan hubungan fisik antara input
dan output. Dengan kata lain bahwa faktor produksi adalah hubungan antara jasa
dalam berbagai faktor produksi yang digunakan sebagai masukan ke dalam proses
produksi dan banyaknya dengan menggunakan input dalam pengembangan produksi
yaitu dengan penggunaan sarana lain sebagai intensifikasi yang akan menambah
hasil produksi. Karena produksi ini memerlukan beberapa produk lainnya sehingga
tidak satupun bahan digunakan.
Jadi setiap pabrik/ pengolahan sebaiknya
menentukan suatu kebijaksanaan tentang mutu dengan menetapkan suatu standard.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan suatu standar dikemukakan
oleh Harding dalam bukunya Management Produksi (2003, 58) membagi dalam 3
(tiga) bagian yaitu :
1)
Memenuhi syarat kegunaan yang ditetapkan
2)
Memenuhi standar kualitas perusahaan
3)
Dapat diproduksi dengan peralatan yang ada
sekarang.
Berdasarkan dari ketiga dalam pengelolaan
mutu yang memerlukan pertimbangan dan kebijaksanaan atas dasar kehati-hatian
dalam menentukan sikap untuk produksi,perlunya standar kualitas dipertahankan
dan menggunakan peralatan secukupnya dan menekan biaya seefektif mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar