Powered By Blogger

Kamis, 22 Desember 2016

PERENCANAAN

Titik tolak proses manajemen adalah untuk menentukan "objectives" atau tujuan-tujuan organisasi. "Objectives" direncanakan untuk memberikan kepada suatu organisasi dan anggota-anggotanya arah dan maksud. Tujuan-tujuan rencana haruslah diberitahukan sedemikian rupa, sehingga tujuan itu dapat digunakan sebagai suatu ukuran keberhasilan atau kegagalan.
            Perencanaan yang mempunyai tujuan yang dikenal dengan baik dapat mempunyai kekuatan motivasi dalamnya dan dengan sendirinya tujuan dapat membawa kepada tindakan membimbing usaha-usaha manajemen secara efektif  dan menolong untuk meniadakan usaha-usaha yang sia-sia 
Pengertian-Pengertian Perencanaan
            Menurut A. Allen lain pula perumusannya, ia mengatakan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
            Kalau Charles Bettleheim, mengatakan bahwa dalam setiap rencana terdapat dua elemen, yaitu tujuan dan alat yang perlu untuk mencapai tujuan tertentu.
Lebih lengkap dari perumusan-perumusan di atas, Beishline menyatakan bahwa fungsi perencanaan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa apabila, di mana, bagaimana, dan mengapa, tegasnya dikatakannya.
Perencanaan untuk menentukan apa yang harus dicapai (penentuan waktu secara kualitatif) dan bila hal itu harus dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai siapa yang bertanggung jawab, dan mengapa hal itu harus dicapai.
Dengan objektif dimaksudkan terhadap apa perusahaan yang diorganisasi di tujukan. Sedangkan dengan kebijaksanaan adalah pernyataan (keterangan) umum yang membimbing atau menyalurkan pikiran dalam pengambilan keputusan terhadap bawahan dari berbagai bagian dalam perusahaan. Dengan prosedur sebagaimana yang dimaksudkannya yaitu serangkaian tindakan, bimbingan yang diterapkan kepada kegiatan-kegiatan yang akan datang.
            Hal ini semata-mata merupakan bimbingan terhadap pemikiran. Akhirnya, program adalah campuran dari kebijaksanaan dan prosedur, biasanya dilengkapi dengan modal yang dimaksudkan untuk mengerjakan serangkaian tindakan.
      UNSUR-USNUR SUATU RENCANA
            Pada umumnya, suatu rencana yang baik berisikan atau memuat enam unsur, yaitu suatu rencana yang baik harus memberikan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1.      Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2.      Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3.      Dimanakah tindakan itu harus dilaksanakan ?
4.      Kapankah tindakan itu dilaksanakan ?
5.      Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6.      Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
            Dari jawaban-jawaban pertanyaan di atas, sesuatu rencana harus memuat hal-hal, sebagai berikut :
·         Penjelasana dari perincian kegiatan-kegiatan yang dibutuhkannya, faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut agar apa yang menjadi tujuan dapat dihasilkan.
·         Penjelasan mengapa kegiatan-kegiatan itu harus dikerjakan dan mengapa tujuan yang ditentukan itu harus dicapai.
·         Penjelasan tentang lokasi fisik setiap kegiatan yang harus dikerjakan sehiungga tersedia segala fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan itu.
·         Penjelasan mengenai waktu dimulainya pekerjaan dan diselesaikannya pekerjaan baik untuk tiap-tiap bagian pekerjaan maupun untuk seluruh pekerja. Di sini harus ditetapkan standar waktu untuk mengerjakan, baik bagian-bagian pekerjaan maupun untuk seluruh pekerjaan.
·         Penjelasan para petugas yang akan mengerjakan pekerjaannya, baik mengenai kuantitas maupun mengenai kualitas, yaitu kualifikasi-kualifikasi pegawai seperti keahlian, pengalaman dsb.

·         Pekerjaan tentang tehnik mengerjakan pekerjaan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar